ITS Persilakan Cagub Kampanye di Kampus
Pasangan Cagub-Cawagub Alumni ITS Kunjungi Kantin ITS
SURABAYA—MI: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tidak akan melarang calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) untuk berkampanye di kampus.
“Kampanye di kampus itu boleh-boleh saja, seperti pilpres yang lalu, tapi hal itu akan ditentukan Senat ITS,” kata Rektor ITS Surabaya Prof Priyo Suprobo di sela-sela menerima kunjungan cagub-cawagub dari PDIP, Sutjipto-Ridwan Hisjam di Surabaya, Kamis (6/3).
Namun, katanya, kunjungan Sujipto bersama calon wakil gubernur (cawagub) Ridwan Hisjam itu bukan untuk kampanye, karena waktu kampanye memang belum ditetapkan.
“Sebagai alumnus ITS Surabaya, mereka datang untuk minta restu dan pamitan. Jadi, mereka bukan kampanye. Calon lain kalau mau datang juga silahkan,” katanya menegaskan.
Namun, lanjutnya, pihaknya akan minta pertimbangan Senat ITS terlebih dulu, seperti waktu kampanye presiden dengan memperbolehkan penyelenggaraan debat capres secara ilmiah.
“Tapi, masyarakat sendiri sudah mengetahui calon yang terbaik di antara calon-calon yang ada,” katanya didampingi Sekjen Ikatan Alumni (IKA) ITS Surabaya Djawahir.
Dalam kesempatan itu, Prof Priyo Suprobo memberikan masukan agar cagub di Jatim mengembangkan dunia pendidikan, mampu mengatasi energi, permukiman, dan mengatasi transportasi.
Sementara itu, Djawahir mengemukakan, kaum intelektual itu sulit dipengaruhi, namun “support” IKA ITS Surabaya dalam bentuk program kepada Sutjipto-Ridwan diharapkan akan berpengaruh.
“IKA ITS Surabaya beranggotakan 15 ribu orang dari 55 ribu alumni ITS secara keseluruhan. Namun kami tidak akan menginstruksikan semuanya untuk memilih Sutjipto-Ridwan, karena mereka sudah mengerti sendiri,” katanya.
Usai dialog itu, Sutjipto-Ridwan mengunjungi kantin lama ITS Surabaya untuk bernostalgia. Bahkan di kantin ini, keduanya mengumumkan kalau seluruh mahasiswa yang ada di kantin bisa menghabiskan makanan yang ada secara gratis.
Begitu mendapat tawaran menggiurkan, tanpa dikomando lagi, para mahsiswa langsung menyerbu seluruh depot makanan yang ada. Sampai- sampai hampir seluruh stand makanan kerepotan melayani para masiswa. Bahkan, beberapa kantin langsung tutup gara-gara seluruh makanan yang disediakan ludes tak tersisa.
Kepada wartawan Ridwan menyatakan, kedatangannya bersama Pak Tjip ke kampus ITS untuk bernostagia mengenang saat menjadi mahasiswa. “Dulu saya sering ke sini. Ini mengingatkan saya waktu saya masih mahasiswa dulu,” ungkap Ridawan yang merupakan alumni ITS angkatan 77, Kamis (6/2/2008).
Sementara, hal senada juga diungkapkan oleh Sutjipto bahwa dirinya beserta Ridwan datang ke kantin ITS untuk bernostalgia. Namun saat dirinya menjadi mahasiswa pada tahun 1965, di ITS masih belum ada kamtin seperti saat ini.
“Ini mengenang masa muda dulu saat masih menjadi mahasiswa,” ujar Pak Tjip.
Sementara itu, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) ITS yang menyambut kedatangan cagub dan cawagub dari PDIP, Sekjen IKA ITS Jdawahir mengatakan, mereka siap mem-back up alumni ITS yang akan maju dalam pencalonan.
Bahkan IKA ITS telah menyusun program bagi pasangan Sutjipto dan Ridwan. “Kita akan suport dan mendukung alumni kita yang maju. Kita mendukungnya dengan membuat program,” ungkapnya


