
Upaya pemerataan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke pelosok Papua mulai menunjukkan hasil nyata. Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktifkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) — yaitu unit layanan yang bertugas menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi — di Provinsi Papua.
Dari 13 SPPG yang diluncurkan itu, sebanyak 10 berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau yang biasa disebut wilayah 3T. Sisanya, tiga SPPG beroperasi di wilayah yang lebih mudah dijangkau. “Untuk Provinsi Papua ada 13 SPPG yang resmi diluncurkan hari ini dan sebanyak 10 berada di wilayah 3T dan tiga lainnya di wilayah non-3T,” kata Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II, Nurjaeni, di Jayapura.
Secara keseluruhan, wilayah Papua Raya sebenarnya menyiapkan 36 SPPG untuk mendukung program MBG. Namun sejumlah unit mengalami keterlambatan operasional karena berbagai hambatan, termasuk persoalan hukum. “Memang ada sejumlah SPPG yang sebelumnya telah dipersiapkan namun mengalami keterlambatan operasional akibat berbagai kendala, termasuk persoalan hukum sehingga hal tersebut terus dilakukan perbaikan,” jelas Nurjaeni.
BGN juga mengungkap bahwa empat SPPG di Papua telah ditutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak beroperasi. Langkah ini diambil menyusul sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi sebelumnya. “Dan ke depan kami juga terus memperketat pengawasan terhadap kelayakan SPPG sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program, terutama setelah terjadi sejumlah kasus keracunan makanan,” tegasnya.
SPPG yang terlibat insiden serius pun tidak langsung ditutup permanen, melainkan dihentikan sementara untuk diperbaiki dan baru boleh kembali beroperasi setelah mendapat pernyataan layak dari dinas kesehatan setempat. Peluncuran ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, dan Pemerintah Kota Jayapura, menandai babak baru penyebaran MBG ke daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Sumber: Antara News




