:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4913933/original/026013200_1723220077-Eri_Budiono_-_Direktur_Utama_Bank_Neo_Commerce.jpg)
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) kehilangan nahkodanya. Eri Budiono resmi mengajukan pengunduran diri dari posisi Direktur Utama perseroan pada 2 Oktober 2026, hanya sekitar dua setengah tahun setelah ia menduduki jabatan tersebut.
Pengunduran diri ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Yang menarik, proses administrasinya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — lembaga pengawas industri keuangan di Indonesia — sebenarnya sudah lebih dulu berjalan, tercatat lewat surat OJK tertanggal 28 September 2026, beberapa hari sebelum surat pengunduran diri resmi diterima perseroan.
“Selanjutnya, pengunduran diri tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan,” demikian pernyataan resmi perusahaan. Artinya, pengunduran diri Eri baru sah sepenuhnya setelah mendapat restu para pemegang saham dalam rapat yang akan digelar kemudian.
Perseroan menegaskan bahwa mundurnya Eri Budiono tidak akan berdampak buruk pada operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Eri sendiri adalah sosok berpengalaman di industri perbankan, dengan rekam jejak di sejumlah bank besar seperti HSBC, Rabobank, dan Maybank, serta meraih gelar perbankan dari Monash University, Australia.
Di pasar modal, saham BBYB justru merespons positif dengan ditutup naik 2,04% ke level Rp 200 per saham pada hari pengumuman tersebut, dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 6,9 miliar. Pergantian kepemimpinan ini kini menjadi perhatian pelaku pasar yang menantikan siapa sosok yang akan mengisi kursi Direktur Utama berikutnya.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

