PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten energi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, melakukan langkah ekspansi besar ke pasar internasional dengan menanamkan modal senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun di perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, HighPeak Energy Inc.
Investasi ini dilakukan melalui pembelian saham preferen konversi — sejenis saham khusus yang bisa diubah menjadi saham biasa di kemudian hari — yang baru diterbitkan oleh HighPeak. Perusahaan itu sendiri terdaftar di bursa Nasdaq dan berpusat di Fort Worth, Texas, dengan fokus operasional di ladang minyak Midland Basin, West Texas. Per Juni 2026, HighPeak mampu menjual rata-rata sekitar 45.456 barel minyak per hari.
Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie, menyebut langkah ini bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan yang memadukan ekspansi dari dalam maupun dari luar. “Kami meyakini bahwa investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham Perseroan, didukung oleh pengalaman manajemen dan kapabilitas operasional HighPeak,” ujarnya.
Selain potensi keuntungan finansial, ENRG juga berharap bisa menyerap ilmu dan teknologi dari praktik operasional industri minyak Amerika Utara yang selama ini dikenal lebih maju. Syailendra menambahkan bahwa dana investasi ini berasal dari kantong perusahaan sendiri tanpa bergantung pihak lain, sehingga fleksibilitas keuangan ENRG tetap terjaga.
Dari sisi regulasi, transaksi senilai triliunan rupiah ini masuk kategori transaksi material sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena nilainya melampaui 20% namun di bawah 50% dari total ekuitas ENRG berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026. Citigroup Global Markets Singapore bertindak sebagai penasihat keuangan, sementara firma hukum Milbank LLP mendampingi dari sisi legal.
Dengan investasi lintas benua ini, ENRG tampak serius memperluas jejak bisnisnya di luar Indonesia, sekaligus memberi sinyal bahwa perusahaan energi nasional mulai berani bersaing dan berkolaborasi di panggung industri minyak global.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Polri Kejar 98 Kasus Karhutla Korporasi, Tersangka Segera Ditunjuk

DKI Jakarta Terapkan Sistem Verifikasi Ketat untuk Program Bantuan Pendidikan KJP dan KJMU

Evaluasi MSCI Jadi Kesempatan Emas Perbaiki Pasar Modal Indonesia

