IHSG Bangkit ke 6.093 di Akhir Pekan, Dipicu Aksi Beli Investor

IHSG Bangkit ke 6.093 di Akhir Pekan, Dipicu Aksi Beli Investor

Bursa saham Indonesia menutup pekan dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) — indikator kesehatan pasar saham Indonesia — melompat 1,04% ke level 6.093,75 pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, nyaris menyentuh angka psikologis 6.100.

Kenaikan ini terjadi sehari setelah IHSG tertekan cukup dalam. Sebelumnya, pada Kamis 8 Oktober 2026, indeks turun 1,88% ke level 6.031. Penurunan itu rupanya justru jadi kesempatan bagi banyak investor untuk masuk membeli saham-saham yang dianggap sudah murah — strategi yang dikenal sebagai buy on weakness.

Sektor industri, barang baku, dan infrastruktur menjadi penopang utama kenaikan hari ini. Beberapa saham besar turut mendorong indeks, di antaranya BBCA, AMMN, TLKM, BBRI, dan MORA. Nafan Aji, analis teknikal senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan kondisi ini. “Pada perdagangan Jumat, penguatan IHSG ditopang oleh sektor industri, barang baku, dan infrastruktur, dengan saham BBCA, AMMN, TLKM, BBRI, dan MORA menjadi beberapa penopang indeks,” ujarnya.

Meski begitu, Nafan mengingatkan bahwa kenaikan satu hari belum cukup untuk menyimpulkan pasar sudah berbalik arah ke tren naik. “Kenaikan IHSG hari ini belum serta-merta mengonfirmasi pembalikan tren menuju bullish. Penguatan tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh keberlanjutan arus beli, peningkatan volume transaksi, serta kemampuan indeks bertahan di atas level support terdekat,” kata dia.

Ada sejumlah risiko yang masih perlu diwaspadai, baik dari luar maupun dalam negeri. Dari sisi global, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang cenderung ketat, pergerakan imbal hasil obligasi AS, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta harga minyak dunia masih menjadi faktor yang bisa mengguncang pasar. Di dalam negeri, daya beli masyarakat dan data penjualan ritel turut dipantau karena bisa memengaruhi prospek ekonomi dan kinerja perusahaan.

Secara keseluruhan, perdagangan hari ini cukup ramai. Nilai transaksi harian mencapai Rp 10 triliun dengan volume 38,4 miliar saham. Sebanyak 381 saham naik, 238 saham turun, dan 172 saham stagnan. Dari 11 sektor, hanya properti yang masih tertekan tipis 0,16%, sementara sektor lainnya kompak bergerak hijau. Investor tetap disarankan selektif dan cermat mengelola risiko di tengah kondisi pasar yang masih berpotensi bergejolak.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top