:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan penjualan yang cukup berat pada Selasa, 13 Oktober 2026, ditutup merosot 2,6% meski sempat menarik perhatian pembeli asing yang menyuntik dana Rp 81 miliar ke pasar.
Meskipun dalam kondisi tertekan, para analis melihat ada peluang terbatas untuk penguatan di zona 5.980-6.000. Namun, investor perlu waspada jika indeks gagal menembus level 6.020 karena bisa menandakan kelemahan berlanjut. Support terdekat berada di 5.800-5.875.
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, mengatakan: “IHSG berpotensi menguat terbatas ke 5.980-6.000, tetapi hati-hati jika gagal break di atas 6.020.” Pendapat ini mencerminkan optimisme yang terbatas di tengah volatilitas tinggi.
Nafan Aji dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan bahwa sentimen pasar pada hari perdagangan tersebut cenderung negatif dengan tekanan jual yang tajam, meski terbuka kesempatan untuk rebound terbatas setelah penurunan yang dalam.
Untuk investor yang ingin tetap aktif di bursa, BNI Sekuritas merekomendasikan 6 saham: BBCA (Bank Central Asia), ADRO (Alam Resources), INDF (Indofood), KLBF (Kalbe Farma), MAPA (MAP Aktifadiperkasa), dan ANTM (Aneka Tambang). Sementara itu, Mirae Asset menyarankan alternatif lain seperti BBRI, BNGA, dan CPIN.
Dalam kondisi pasar yang bergejolak seperti ini, investor diminta untuk melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan beli atau jual, mengingat risiko volatilitas tetap tinggi di masa depan.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Polri Kejar 98 Kasus Karhutla Korporasi, Tersangka Segera Ditunjuk

DKI Jakarta Terapkan Sistem Verifikasi Ketat untuk Program Bantuan Pendidikan KJP dan KJMU

Evaluasi MSCI Jadi Kesempatan Emas Perbaiki Pasar Modal Indonesia

