
Pejabat pemerintah biasanya identik dengan rapat dan meja kerja, tapi di Kudus, para aparatur sipil negara (ASN) justru tampil beda — mereka melenggang di atas catwalk untuk mempromosikan produk fashion lokal. Kegiatan bertajuk “Kudus Fashion on the Street” digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (19/9).
Bukan hanya staf biasa, acara ini melibatkan Bupati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah), Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah), hingga para kepala perangkat daerah yang tampil sebagai model. Lebih dari 35 merek fashion lokal Kudus turut unjuk gigi dalam perhelatan ini.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjelaskan tujuan acara ini sederhana: memberi panggung nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sektor fashion. “Kami sengaja melibatkan para ASN tampil mengenakan berbagai busana dari fesyen lokal dan berjalan di atas catwalk layaknya model profesional di hadapan masyarakat, untuk turut memasarkan hasil UMKM, khususnya sektor fesyen yang ada di Kudus,” katanya.
Di sela acara, turut diperkenalkan desain batik yang rencananya akan menjadi seragam resmi ASN Kudus. Desain batik “reroncen wahyu Kudusan” keluar sebagai pemenang dalam kompetisi desain khusus. Soal kapan diterapkan, bupati menyebut masih melihat situasi keuangan daerah: “Nanti desain batiknya dijadikan seragam untuk ASN, namun penerapannya tetap menyesuaikan kondisi keuangan daerah.”
Salah satu peserta, Pelaksana tugas Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Andini Aridewi, mengaku ini pengalaman pertamanya menjadi model. “Biasanya kami hanya duduk menyaksikan fashion show, tetapi kali ini ikut menjadi model. Sempat tegang, namun tetap menyenangkan karena bisa ikut mempromosikan produk busana lokal,” ujarnya.
Lewat cara yang tidak biasa ini, Pemkab Kudus berharap produk fashion lokal tak hanya dikenal warganya sendiri, tapi bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas — membuktikan bahwa promosi bisa dilakukan siapa saja, termasuk para pejabat daerah.
Sumber: Antara News
