
Ratusan pembalap sepeda dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Gantasan Bike Park, Kecamatan Licin, Banyuwangi, untuk bersaing dalam kejuaraan BIG Downhill 2026 pada 19-20 September 2026. Total 216 peserta hadir, datang dari berbagai daerah mulai Jawa Timur, Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Mataram dan Poso.
Trek yang mereka taklukkan bukan sembarang lintasan — sepanjang 2,3 kilometer, para pembalap harus melewati tanjakan, turunan curam, tikungan tajam, bebatuan, hingga berbagai rintangan seperti wallride kayu dan big drop. Sesi kualifikasi digelar di hari pertama, sementara babak final berlangsung pada Minggu (20/9).
Kejuaraan bertajuk Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill ini bukan acara baru — ini sudah penyelenggaraan ke-7 dan sudah tiga tahun terakhir berstatus UCI Class 1 (C1), artinya diakui oleh Federasi Balap Sepeda Internasional sebagai kompetisi kelas satu dunia.
Dampak ekonomi dari ajang ini terasa nyata bagi warga sekitar. Ketua Panitia Munif menyebutkan, “Dampak ekonominya juga sangat terasa, penginapan (homestay) di kawasan sekitar perhelatan hingga ke wilayah Glagah terisi penuh. Kebutuhan konsumsi dan oleh-oleh peserta juga memutar roda ekonomi warga lokal. Semoga ke depan acaranya makin besar dan meriah.”
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir menyerahkan medali kepada para pemenang juga menegaskan komitmen daerahnya mengembangkan wisata olahraga. Selain downhill, ada pula agenda Push Bike untuk anak PAUD, BMX, dan kompetisi Gravel yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang. Dengan rangkaian agenda ini, Banyuwangi tampaknya serius menjadikan olahraga sebagai magnet wisata yang juga bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Tiket Penerbangan Hijau Mulai Diminati, Harga Mulai Rp665 Ribu ke Singapura

Taman Nasional Komodo Kian Populer, Hampir 380 Ribu Wisatawan Berkunjung dalam 9 Bulan

Gunungkidul Siapkan Pembayaran Digital di Tujuh Lokasi Wisata Mulai Oktober 2026

