
Puluhan juta pekerja dan jutaan pelaku usaha kecil menengah kini punya akses baru untuk berkembang. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk membuka layanan konsultasi bisnis gratis bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM), mulai September 2026.
Layanan ini diberi nama Mentor Hub dan bisa diakses secara daring lewat aplikasi Smart Sentra. Caranya cukup mudah — pelaku IKM tinggal memilih mentor yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya, lalu ikuti sesi konsultasi selama 30 menit sesuai jadwal yang tersedia. Saat ini sudah ada 29 mentor yang berasal dari lima kampus berbeda.
Lima perguruan tinggi yang terlibat adalah ISI Yogyakarta, Universitas Ciputra Surabaya, Telkom University, Universitas Pertamina, dan Universitas Sebelas Maret (UNS). Kerja sama ini resmi berjalan sejak 22 September 2026 di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kemenperin.
Selama masa uji coba di bulan September 2026, sudah ada 45 sesi konsultasi yang terlaksana. Topik yang paling banyak ditanyakan oleh pelaku IKM meliputi desain produk, branding (cara membangun citra merek), pemasaran, dan strategi bisnis.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kolaborasi ini penting karena tiap mitra punya keunggulan masing-masing. “Mitra kolaborasi tentunya memiliki pandangan, pengalaman, sumber daya, dan solusi tersendiri yang dapat saling melengkapi agar program-program Kemenperin menjadi lebih tepat sasaran dan efektif,” kata Agus.
Angka-angka menunjukkan betapa besarnya sektor ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IKM menyumbang 21,07 persen dari total produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026. Pada Februari 2026, sektor ini menyerap 13,06 juta tenaga kerja dari total 4,44 juta unit usaha yang ada di seluruh Indonesia.
Ke depan, pemerintah berencana mengevaluasi program Mentor Hub dan memperluas jaringan dengan menambah lebih banyak kampus serta tenaga pengajar. Langkah ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak pelaku IKM di berbagai daerah agar mereka bisa bersaing lebih kuat di pasar yang semakin ketat.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Polri Kejar 98 Kasus Karhutla Korporasi, Tersangka Segera Ditunjuk

DKI Jakarta Terapkan Sistem Verifikasi Ketat untuk Program Bantuan Pendidikan KJP dan KJMU

Evaluasi MSCI Jadi Kesempatan Emas Perbaiki Pasar Modal Indonesia

