Garuda Indonesia Siapkan Rights Issue, Terbitkan 124,35 Miliar Saham Baru

Garuda Indonesia Siapkan Rights Issue, Terbitkan 124,35 Miliar Saham Baru

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berencana menerbitkan sebanyak 124,35 miliar saham baru melalui mekanisme rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyehatan keuangan maskapai pelat merah tersebut untuk periode 2025-2029.

Rencana tersebut diungkapkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Rights issue adalah cara perusahaan menghimpun dana segar dengan menawarkan saham baru kepada pemegang saham yang sudah ada terlebih dahulu, sebelum ditawarkan ke publik umum.

Aksi korporasi ini juga berkaitan dengan proses inbreng lahan — yakni penyetoran aset berupa lahan — oleh PT Angkasa Pura Indonesia (API) ke anak usaha Garuda, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Akibat proses tersebut, kepemilikan saham Garuda di GMFI mengalami dilusi atau penurunan persentase, sementara API menjadi pemegang saham mayoritas di GMFI.

Meski demikian, Garuda Indonesia tetap berstatus sebagai pemegang saham pengendali GMFI berdasarkan perjanjian pemegang saham yang telah diamandemen pada Desember 2025. Setelah proses inbreng selesai, saham GMFI milik API akan dialihkan kepada InJourney, dan selanjutnya diteruskan kepada Danantara Asset Management (DAM).

Rangkaian langkah korporasi ini mencerminkan upaya restrukturisasi menyeluruh yang tengah dijalani Garuda Indonesia, dengan melibatkan sejumlah entitas milik negara demi memperkuat fondasi keuangan maskapai nasional tersebut ke depan.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top