:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496308/original/088356300_1770526286-000_96G72MK.jpg)
Rumah mode asal Italia, Armani, sedang mempertimbangkan penjualan 15 persen saham perusahaannya—dan tidak menutup kemungkinan saham itu dibagi ke beberapa investor sekaligus, bukan hanya satu pihak.
CEO Armani, Giuseppe Marsocci, menegaskan bahwa proses ini masih terbuka dan belum ada keputusan final. “Tidak ada ketentuan mutlak yang mengharuskan adanya satu investor saja,” ujar Marsocci kepada wartawan di sela-sela peragaan busana Giorgio Armani di Milan, dikutip dari CNBC, Senin (28/9/2026).
Langkah penjualan saham minoritas ini bukan sekadar urusan bisnis biasa. Ini merupakan bagian dari rencana suksesi—alias pengalihan kepemilikan perusahaan—yang sudah diatur oleh pendiri Armani, Giorgio Armani, sebelum beliau wafat pada September 2025 di usia 91 tahun.
Tiga nama besar disebut-sebut sebagai calon investor potensial, yakni konglomerat barang mewah LVMH, raksasa kosmetik L’Oreal, dan EssilorLuxottica—perusahaan besar di industri kacamata. Ketiganya dikenal sebagai pemain utama di industri mode dan gaya hidup global.
Proses ini akan menentukan seperti apa wajah Armani ke depan, terutama setelah sang pendiri legendaris tak lagi ada. Siapa pun yang akhirnya memegang saham itu, keputusannya bakal berpengaruh besar pada arah bisnis salah satu merek fashion paling ikonik di dunia.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

