:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367998/original/025852600_1791369917-WhatsApp_Image_2026-10-07_at_4.18.03_PM.jpeg)
PT Bank Raya Indonesia Tbk resmi merombak jajaran pengurusnya setelah para pemegang saham menyetujui perubahan tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar pada Rabu, 7 Oktober 2026 di Jakarta.
Rapat itu menyetujui dua agenda utama: perubahan anggaran dasar perusahaan dan perubahan susunan pengurus. Perubahan anggaran dasar dilakukan agar aturan internal perusahaan selaras dengan regulasi terbaru yang berlaku, sekaligus memperkuat tata kelola demi pertumbuhan bisnis yang sehat dan transparan.
Dari sisi kepengurusan, pemegang saham menunjuk Hari Basuki sebagai Direktur Bisnis yang baru. Namun pengangkatan itu baru resmi berlaku setelah Hari Basuki lulus uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — semacam tes kelayakan yang wajib dijalani pejabat bank sebelum resmi menjabat.
Susunan lengkap pengurus Bank Raya saat ini adalah: Komisaris Utama Muhamad Sidik Heruwibowo; Komisaris Independen Johanes Kuntjoro Adi S., Retno Wahyuni Wijayanti, dan Farid Rahman; sementara di jajaran direksi ada Ida Bagus Ketut Subagia (Direktur Utama), Rustarti Suri Pertiwi (Direktur Keuangan), Lukman Hakim (Direktur Digital & Operasional), dan Danar Widyantoro (Direktur Manajemen Risiko & Kepatuhan).
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menyebut kinerja perseroan sedang dalam tren positif. “Bank Raya telah mencatatkan pertumbuhan yang baik pada Semester Pertama Tahun 2026, dan berada pada posisi yang terus membaik untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Secara finansial, Bank Raya membukukan laba bersih Rp 12,01 miliar pada paruh pertama 2026. Kredit digital yang disalurkan mencapai Rp 16,46 triliun, tumbuh 22,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tabungan digital (Digital Saving) juga melonjak 66,4% menjadi Rp 2,47 triliun.
Bank juga meluncurkan fitur baru bernama Raya Active, yang menghubungkan aktivitas fisik nasabah — seperti jumlah langkah kaki dan kalori terbakar — dengan target keuangan mereka. Inovasi ini mencerminkan arah Bank Raya yang ingin mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan kebiasaan menabung.
Perombakan pengurus ini dinilai penting untuk memastikan Bank Raya memiliki tim kepemimpinan yang tepat dalam menghadapi tantangan ke depan, seiring pertumbuhan bisnis yang terus berlanjut.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Polri Kejar 98 Kasus Karhutla Korporasi, Tersangka Segera Ditunjuk

DKI Jakarta Terapkan Sistem Verifikasi Ketat untuk Program Bantuan Pendidikan KJP dan KJMU

Evaluasi MSCI Jadi Kesempatan Emas Perbaiki Pasar Modal Indonesia

