Bos Astra Borong Saham Perusahaannya Sendiri Senilai Rp 20,8 Miliar

Bos Astra Borong Saham Perusahaannya Sendiri Senilai Rp 20,8 Miliar

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy, memilih merogoh kocek lebih dari Rp 20 miliar untuk membeli saham perusahaan yang ia pimpin sendiri. Langkah ini tercatat resmi di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) — semacam papan pengumuman wajib bagi perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa.

Pembelian dilakukan dalam tiga tahap selama periode 24–28 September 2026. Pada 24 September, Rudy membeli 2,2 juta saham ASII dengan harga Rp 4.760 per lembar, senilai sekitar Rp 10,47 miliar. Keesokan harinya ia kembali membeli 2 juta saham di harga Rp 4.700 per lembar, lalu melengkapinya dengan 200.000 saham tambahan pada 28 September di harga yang sama.

Total saham yang dibeli mencapai 4,4 juta lembar dengan nilai transaksi keseluruhan Rp 20,81 miliar. Dalam dokumen keterbukaan informasi BEI, tujuan transaksi ini dijelaskan secara gamblang: “Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung.”

Setelah serangkaian pembelian ini, Rudy kini menggenggam 10 juta lembar saham ASII, setara 0,0247% dari total saham perusahaan. Sebelumnya ia hanya memiliki 5,6 juta lembar atau sekitar 0,0138%.

Aksi beli saham oleh orang dalam perusahaan — terutama di level pucuk pimpinan — kerap dilihat pasar sebagai sinyal keyakinan bahwa prospek perusahaan ke depan masih menjanjikan. Langkah Rudy ini setidaknya memberi pesan bahwa sang nahkoda percaya pada kapal yang ia kemudikan.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top