:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834401/original/078687200_1715874903-WhatsApp_Image_2024-05-16_at_15.35.00.jpeg)
Bank Tabungan Negara (BTN) sedang mengevaluasi kemungkinan membeli kembali sahamnya sendiri di pasar modal sebagai salah satu strategi untuk memberikan nilai tambah kepada para pemilik saham. Kajian ini dilakukan dengan melihat kondisi pasar saat ini dan kebutuhan bisnis jangka panjang perusahaan.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa pergerakan harga saham harus dipahami secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kekuatan bisnis inti, prospek pertumbuhan, dan transformasi yang sedang berjalan. “Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Sebagai perusahaan terbuka, BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan Perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback,” kata Nixon.
Program pembelian kembali saham yang sedang dikaji BTN mempertimbangkan beberapa faktor penting, di antaranya posisi keuangan perusahaan, ketersediaan modal yang cukup, kebutuhan dana untuk mengembangkan bisnis, dan aturan dari regulator pasar modal. Setiap keputusan nantinya akan diambil dengan perhitungan matang untuk memastikan kepentingan semua pemegang saham tetap terjaga.
Ini bukan pengalaman pertama BTN dengan skema buyback. Pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 menekan pasar, perusahaan pernah menyiapkan dana sebesar Rp 275 miliar untuk membeli kembali sahamnya melalui pasar sekunder. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi BTN dalam mengevaluasi pilihan aksi korporat yang sesuai dengan kondisi pasar.
Meskipun sedang mengkaji opsi buyback, BTN menekankan bahwa fokus utama tetap pada penguatan kinerja bisnis inti dan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan. Perusahaan terus mengidentifikasi peluang pengembangan, terutama di sektor pembiayaan perumahan yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang seiring dukungan pemerintah terhadap Program 3 Juta Rumah.
BTN berkomitmen menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik segera setelah ada keputusan final mengenai pelaksanaan aksi korporat, sesuai dengan kewajiban keterbukaan informasi dan peraturan yang berlaku di pasar modal.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Pemerintah Yakin Industrialisasi Nasional Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja Baru

MUI Desak Masyarakat Tetap Pilih Produk Halal Meski Sertifikasi Wajib Ditunda hingga 2028

Pasar Saham Merah Putih Bergairah, Indeks Terbang 5,65% Didorong Aksi Beli Emiten

