Dua Tahun Prabowo: Dari B50 hingga Target Kemandirian Energi Lima Tahun ke Depan

Dua Tahun Prabowo: Dari B50 hingga Target Kemandirian Energi Lima Tahun ke Depan

Indonesia kini selangkah lebih dekat menuju kemandirian energi. Pertengahan Juli 2026, pemerintah resmi meluncurkan program mandatori biodiesel 50 persen atau B50 — artinya campuran bahan bakar solar kita mengandung 50 persen bahan nabati. Ini bukan soal teknologi semata, melainkan sinyal bahwa Indonesia serius mengelola kekayaan alamnya sendiri.

Presiden Prabowo Subianto menyebut energi sebagai salah satu sektor paling strategis bagi kelangsungan sebuah negara, setara dengan pangan. Ia optimistis Indonesia bisa mandiri di bidang energi dalam lima tahun ke depan, bertumpu pada potensi domestik yang melimpah mulai dari panas bumi, batu bara, hingga cadangan gas alam di berbagai penjuru Nusantara.

“Negara sebesar kita, kalau masih mau merdeka dan bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri. Energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam pidato tahunannya di DPR RI pada Agustus 2026, Prabowo kembali menekankan pentingnya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi. Dalam visi Asta Cita yang digagasnya, energi diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak asing.

Di sisi korporasi, PT Pertamina (Persero) menyatakan dukungan penuh terhadap visi tersebut. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengingatkan jajaran perusahaan untuk menjadikan ketahanan energi nasional sebagai amanat yang harus dijaga, termasuk memastikan energi tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah persaingan geopolitik global yang semakin ketat — di mana energi dan mineral strategis kini jadi rebutan — Indonesia dituntut punya peta jalan yang matang. Peta jalan itu idealnya mencakup transisi ke energi hijau, hilirisasi mineral, penguasaan teknologi, hingga skema pendanaan jangka panjang. Indonesia juga telah menetapkan target net-zero emission atau nol emisi karbon pada tahun 2060. Kemandirian energi, pada akhirnya, bukan hanya soal lampu menyala atau bensin tersedia — ini soal seberapa besar kendali bangsa atas nasibnya sendiri di panggung dunia.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top