:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358579/original/080107600_1790392997-publikasi_1790252794_6ab516fa4e95f.jpeg)
Batam berpotensi menjadi rumah bagi investasi jumbo Nvidia, raksasa teknologi asal Amerika Serikat. Perusahaan pembuat chip ternama itu tengah melirik kawasan di Kepulauan Riau tersebut untuk membangun infrastruktur pusat data — tempat penyimpanan dan pengolahan data dalam skala besar — senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 80,6 triliun.
Rencana investasi ini bukan tanpa alasan. Kebutuhan akan pusat data di Indonesia terus melonjak seiring semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor. Pemerintah pun sudah menyiapkan Batam sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan infrastruktur tersebut, termasuk melalui kawasan ekonomi khusus (KEK) yang menawarkan berbagai kemudahan berusaha.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langsung soal minat Nvidia ini. “Kita mendorong national computing data centre yang terus didorong, termasuk Nvidia melirik ke Batam, rencana investasi US$4,5 miliar,” ujarnya.
Indonesia dianggap punya sejumlah keunggulan untuk mengembangkan bisnis pusat data. Mulai dari lahan yang luas, pasokan listrik, ketersediaan energi hijau, hingga sumber air — semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi investor global seperti Nvidia.
Jika investasi ini terealisasi, Batam bisa naik kelas menjadi salah satu hub komputasi nasional yang mendukung perkembangan teknologi AI di Indonesia ke depannya.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

