:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374493/original/033099200_1792053050-WhatsApp_Image_2026-10-15_at_15.12.13.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik dua perwira tinggi TNI berpangkat bintang empat, Jenderal Richard Tampubolon dan Marsekal Yusuf Jauhari, menjadi Wakil Menteri Pertahanan. Keputusan ini diambil untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan pertahanan negara dengan membagi tanggung jawab mereka sesuai keahlian masing-masing.
Richard Tampubolon ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertahanan I dengan fokus pada strategi, doktrin, dan pengembangan kekuatan pertahanan. Sementara itu, Marsekal Yusuf Jauhari mengemban posisi Wakil Menteri Pertahanan II dan menangani sektor industri serta logistik pertahanan negara.
Dalam keterangan usai pelantikan di Istana Negara, Richard menjelaskan pembagian kerja tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden. Dia menekankan, “Ya pembagiannya sudah ada, job description ya. Kebetulan kami sebagai Wamenhan I, beliau (Yusuf) Wamenhan II. Intinya kalau di Wamenhan I itu bagaimana strategi, doktrin dan pengembangan kekuatan pertahanan. Beliau industri dan logistik pertahanan.”
Meski memiliki bidang tugas masing-masing, Richard menegaskan bahwa dirinya dan Yusuf akan tetap berkolaborasi erat membantu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjalankan tugasnya. Tentang status kedinasannya sebagai prajurit TNI setelah menjadi Wakil Menteri, Richard menyatakan siap menjalani perintah Presiden termasuk jika diperlukan pensiun dini dari dinas militer.
Yusuf menekankan pentingnya memperkuat industri pertahanan dalam negeri agar TNI dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sambil mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dia juga menyoroti perlunya diversifikasi kerja sama pengadaan alat dan senjata untuk mencapai kemandirian logistik pertahanan.
“Kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat TNI kita. Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana juga ekonomi bergerak,” ujar Yusuf. Dengan pembagian tugas yang jelas dan komitmen kolaboratif keduanya, pemerintah berharap dapat mewujudkan pertahanan nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

