Tancorp Investama Perkuat Posisi di ZONE dengan Beli Puluhan Juta Saham

Tancorp Investama Perkuat Posisi di ZONE dengan Beli Puluhan Juta Saham

PT Tancorp Investama Mulia, salah satu pemegang saham utama PT Mega Perintis Tbk (ZONE), baru saja menambah kepemilikannya di perusahaan tersebut. Langkah ini dilakukan melalui pembelian 41,92 juta saham ZONE dengan harga Rp 700 per saham pada 7 Oktober 2026, senilai Rp 29,34 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), “tujuan transaksi ini investasi dengan status kepemilikan langsung.” Dengan pembelian ini, Tancorp Investama Mulia meningkatkan porsi kepemilikan sahamnya dari 23,65% menjadi 28,47%, atau setara dengan 247,71 juta saham ZONE.

Aksi pembelian saham oleh investor institusional ini turut memberi dampak positif pada pergerakan harga ZONE di pasar. Saham ZONE mencatat penguatan sebesar 3,17% menjadi Rp 650 per saham pada penutupan perdagangan hari itu, dengan rentang harga berkisar antara Rp 615 hingga Rp 680 per saham.

Sentimen positif dari ZONE sejalan dengan penguatan pasar saham secara umum. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 1,04% ke level 6.093,75, sementara indeks LQ45 naik 1,35% ke 601,66. Penguatan ini didorong oleh aksi pembelian investor setelah pasar mengalami tekanan jual pada perdagangan sebelumnya.

Menurut Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, “penguatan IHSG sebesar 1% pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026 mengindikasikan adanya aksi penguatan secara teknikal setelah indeks mengalami tekanan jual cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya.” Pemulihan ini ditopang oleh sektor industri, barang baku, dan infrastruktur.

Meski pasar menunjukkan tren positif, analis memperingatkan investor untuk tetap waspada. Terdapat sejumlah faktor risiko eksternal yang perlu diperhatikan, mulai dari kebijakan suku bunga The Federal Reserve hingga fluktuasi nilai tukar rupiah dan situasi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian.

Nafan mengingatkan bahwa penguatan IHSG hari itu belum tentu menandai pembalikan tren menjadi bullish secara permanen. Investasi yang cerdas memerlukan selektivitas dalam memilih emiten, memperhatikan valuasi, dan menerapkan strategi manajemen risiko yang ketat mengingat volatilitas pasar masih berpotensi tinggi.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top