
Indonesia punya peluang untuk tetap kompetitif di kancah global satu dekade mendatang, tapi butuh perubahan mendasar dalam cara kita merespons bencana. Hal ini disampaikan oleh pakar lingkungan dari University of Nottingham, Bagus Putra Muljadi, dalam sebuah forum bisnis di Jakarta.
Bagus menyebut salah satu kunci utamanya adalah menggeser pola pikir dari reaktif menjadi preventif dalam menghadapi bencana. Artinya, alih-alih baru bergerak setelah bencana terjadi, Indonesia perlu lebih banyak berinvestasi pada langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sejak jauh-jauh hari.
Pernyataan itu disampaikan Bagus dalam ANTARA Business Forum 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Rabu, 23 September. Forum tersebut menjadi ajang para pakar dan pelaku bisnis membahas strategi Indonesia menghadapi persaingan global.
Perubahan pendekatan dalam manajemen bencana ini dinilai bukan sekadar soal keselamatan, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan daya saing negara secara keseluruhan. Jika bencana bisa diantisipasi lebih awal, kerugian yang ditanggung negara dan masyarakat pun bisa ditekan secara signifikan.
Gagasan ini menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia yang tangguh di masa depan tidak cukup hanya dengan mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membenahi fondasi dalam menghadapi risiko alam yang semakin kompleks.
Sumber: Antara News




