Efek Lisa BLACKPINK: Thailand Raup Rp 302 Miliar dari Kampanye Wisata

Efek Lisa BLACKPINK: Thailand Raup Rp 302 Miliar dari Kampanye Wisata

Menjadikan seorang idola K-pop sebagai duta wisata ternyata bukan sekadar langkah gimmick. Thailand membuktikannya lewat kampanye ‘Feel All The Feelings’ yang diluncurkan Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) pada Januari 2026, dengan menggandeng Lisa Manoban — anggota grup K-pop BLACKPINK asal Thailand — sebagai wajah utama promosi.

Hasilnya jauh melampaui ekspektasi. Film promosi yang dibintangi Lisa ditonton lebih dari 89,4 juta kali, sementara total jangkauan di berbagai platform dan saluran media mencapai 464 juta interaksi. Secara keseluruhan, kampanye ini menghasilkan nilai publisitas lebih dari 567 juta Baht Thailand atau setara sekitar Rp 302,65 miliar.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa kampanye ini menciptakan liputan besar untuk citra pariwisata Thailand, dan pada saat yang sama berkontribusi untuk menarik perhatian wisatawan ke destinasi di luar kota-kota yang familiar,” kata Gubernur TAT Thapanee Kiatphaibool dalam pernyataan resminya.

Dampak nyata terasa di sejumlah destinasi yang tampil dalam video Lisa. Laut Teratai Merah di Udon Thani — lokasi pemotretan Lisa — mencatat lonjakan pengunjung sebesar 79,66% dan pendapatan pariwisata melejit hingga 208,07% pada Februari 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Taman Nasional Khao Sok juga kebagian berkah, dengan kunjungan naik 34% dalam periode Februari hingga Juni.

Pengaruh kampanye ini bahkan merambah ke daerah yang tidak secara langsung muncul dalam video. Provinsi Phayao, misalnya, mencatat kenaikan pendapatan pariwisata sebesar 8,48% dalam lima bulan pertama tahun ini.

Keberhasilan ini bukan titik akhir bagi TAT. Lembaga itu sudah merancang strategi lebih ambisius untuk 2027, dengan fokus mendorong wisatawan menjelajahi destinasi di luar kota-kota besar dan memposisikan Thailand sebagai destinasi wisata bernilai tinggi nomor satu di Asia. Fenomena Lisa membuktikan bahwa kekuatan seorang figur publik yang tepat bisa mengubah peta pariwisata suatu negara secara signifikan.

Sumber: Detik Travel

Baca Juga

Scroll to Top