
Tekanan internasional terhadap Iran kini berdampak langsung pada sektor penerbangannya. Kondisi ini membuat Iran terpaksa meminta bantuan negara tetangga, Irak, untuk mencabut pembatasan ruang udara yang selama ini diberlakukan.
Lumpuhnya penerbangan Iran terjadi karena tidak ada maskapai maupun negara lain yang berani mengambil risiko berhadapan dengan ancaman dari Amerika Serikat. Situasi ini membuat konektivitas udara Iran nyaris terhenti total.
Irak sendiri memberlakukan pembatasan terhadap penggunaan wilayah udaranya oleh pesawat-pesawat Iran. Pembatasan ini semakin memperparah isolasi Iran di jalur penerbangan internasional.
Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian Iran, terutama sektor transportasi dan pariwisata yang sangat bergantung pada konektivitas udara. Tanpa akses ruang udara yang memadai, mobilitas warga dan arus barang semakin terhambat.
Nasib sektor penerbangan Iran kini bergantung pada respons negara-negara di kawasan, termasuk Irak, dalam menyikapi tekanan geopolitik yang terus memanas.
Sumber: Detik Travel
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

