:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menguat pada sesi perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, dengan target menguji level 6.227-6.231. Momentum positif ini didorong oleh kenaikan IHSG sebesar 1,04% pada perdagangan Jumat sebelumnya yang mencapai 6.093, disertai volume pembelian yang kuat dari investor.
Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat peluang penguatan berlanjut karena posisi indeks masih berada dalam struktur gelombang yang mendukung. Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi ke area 5.850-5.911 apabila level 5.973 tertembus, dan mengamati area resistensi jangka pendek di 6.008-6.025.
“Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi ke area 5.850-5.911 bila break 5.973. Cermati area koreksi dalam jangka pendek di 6.008-6.025,” kata Herditya. Support utama berada di level 6.018 dan 5.973, sementara resistance di 6.297 dan 6.376.
Analisis dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas sejalan dengan pandangan lain, menyatakan IHSG berpotensi menguat terbatas dalam rentang 6.000-6.270, dengan catatan potensi koreksi tetap terbuka. Kedua lembaga analis ini memberikan rekomendasi saham spesifik untuk diperhatikan investor hari ini.
Pilarmas Investindo merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Sementara Herditya dari MNC Sekuritas memilih empat saham: BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG, dengan strategi trading yang berbeda-beda.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) masuk daftar dengan rekomendasi beli saat harga lemah, setelah naik 1,08% ke 1.405. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dipilih untuk trading buy dengan kenaikan 3,45% ke 180. MDKA juga memasuki list rekomendasi dengan pergerakan 1,73% ke 2.940 dan breakout melampaui moving average 20 dan 200 hari.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) direkomendasikan untuk dijual saat kekuatan muncul (sell on strength) meski naik 0,20% ke 25.375. “Kami memperkirakan, posisi ITMG sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i]. Hal tersebut berarti ITMG masih rawan terkoreksi ke rentang area 23.700-24.325,” jelas Herditya.
Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan beli atau jual, karena kondisi pasar tetap dinamis dan dipengaruhi berbagai faktor eksternal. Strategi yang tepat memerlukan analisis personal dan pemahaman mendalam tentang profil risiko masing-masing investor.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

