
Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sedang mempersiapkan lahan berskala besar untuk menarik investasi industri manufaktur. Pemerintah daerah setempat telah mengalokasikan 3.500 hektare lahan, meski saat ini baru 500 hektare yang sudah siap digunakan untuk pembangunan kawasan industri.
Langkah ini diambil karena ada perusahaan asing asal Tiongkok yang telah menjalin kesepakatan dengan perusahaan dalam negeri untuk membangun kompleks industri di wilayah tersebut. Proyek ini termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), yang berarti mendapat prioritas dan dukungan pemerintah pusat.
Lokasi pengembangan industri tersebar di tiga kecamatan: Socah, Kamal, dan Bangkalan. Menurut Rizal Moris, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan, “Sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan kawasan industri di antaranya Kecamatan Socah, Kamal, dan Kecamatan Bangkalan. Karena itu, penyediaan lahan di tiga lokasi ini.”
Industri yang akan dibangun termasuk pabrik tekstil, plastik, dan coklat—semua termasuk industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Pihak investor memperkirakan proyek ini bisa mempekerjakan antara 700 hingga 1.000 orang, membuka lapangan kerja signifikan bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Bangkalan tidak hanya menyiapkan lahan, tetapi juga mempermudah proses perizinan dan bermitra dengan Universitas Trunojoyo Madura untuk penelitian, pengembangan produk, dan pelatihan sumber daya manusia. Target yang disepakati adalah 80 persen pekerja harus berasal dari Kabupaten Bangkalan dan Madura, memastikan manfaat ekonomi tersebar ke komunitas lokal.
Koordinasi dengan berbagai sektor terus dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Inisiatif ini mencerminkan upaya daerah untuk mengubah momentum menjadi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui industrialisasi yang terukur.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Polri Kejar 98 Kasus Karhutla Korporasi, Tersangka Segera Ditunjuk

DKI Jakarta Terapkan Sistem Verifikasi Ketat untuk Program Bantuan Pendidikan KJP dan KJMU

Evaluasi MSCI Jadi Kesempatan Emas Perbaiki Pasar Modal Indonesia

