Madiun Perluas Deteksi TBC ke 68 Titik untuk Tekan Angka Penularan

Madiun Perluas Deteksi TBC ke 68 Titik untuk Tekan Angka Penularan

Pemerintah Kota Madiun sedang mempercepat upaya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) dengan membuka titik pemeriksaan di 68 lokasi berbeda di seluruh wilayah. Strategi perluasan ini dirancang untuk menangkap lebih banyak pasien TBC sejak dini dan mencegah penyebaran penyakit ke lingkungan sekitar.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan tradisional seperti puskesmas, tetapi juga diperluas ke kelurahan, sekolah, dan kantor instansi. Dengan pendekatan yang lebih menjangkau ini, petugas kesehatan berharap dapat menemukan kasus TBC pada kelompok berisiko tinggi, khususnya mereka yang pernah berkontak erat dengan pasien.

Hingga pertengahan Oktober, pemeriksaan telah mencapai 41 dari 68 lokasi yang ditargetkan. Pemerintah kota mengintegrasikan program pemeriksaan TBC dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah berjalan, sehingga masyarakat awam dapat ikut serta tanpa hambatan akses.

Pada 2025, Kota Madiun mencatat 1.120 kasus TBC, dengan tingkat kepatuhan pengobatan mencapai 96 persen. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan penemuan 1.312 kasus baru, angka yang naik dibanding tahun sebelumnya.

Pejabat kesehatan kota menekankan bahwa perluasan skrining adalah bagian dari Gerakan Pengentasan Tuberkulosis (Gentas TBC) yang terus diperkuat. Menurut Plh Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Wahyu Hetty Darmawati, “Di Kota Madiun ini masih banyak pekerjaan rumah untuk TBC. Banyak indikator yang belum tercapai. Karena itu, Pemkot memperluas kegiatan skrining TBC hingga ke 68 titik sebagai salah satu upaya penanganan penyakit tersebut.”

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menekankan bahwa upaya medis harus berjalan seiring dengan dukungan sosial. Stigma dan pengucilan terhadap pasien TBC justru menjadi penghalang efektivitas pengobatan. Ia menyatakan, “Dukungan keluarga dan masyarakat sangat penting. Skrining perlu disertai pendampingan yang humanis serta upaya nyata mencegah stigma dan pengucilan terhadap pasien TBC.”

Pemerintah kota yakin bahwa deteksi dini adalah kunci memutus rantai penularan TBC. Dengan menggabungkan pemeriksaan masif dan edukasi masyarakat tentang pentingnya kepatuhan pengobatan enam bulan, harapannya angka kesembuhan akan terus meningkat dan masyarakat semakin sadar TBC dapat disembuhkan jika ditangani dengan baik.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top