
Venezuela baru saja menerima peralatan dan suku cadang untuk memperbaiki sistem kelistrikan yang sedang mengalami krisis. Pengiriman ini ditujukan khusus untuk pembangkit listrik tenaga termal guna membantu negara tersebut mengatasi pemadaman yang merajalela.
Pemerintah Venezuela bekerja sama dengan sektor swasta dan para insinyur lokal untuk melaksanakan program pemulihan ini. Mereka menargetkan pembangunan kembali sektor kelistrikan secara bertahap dalam periode menengah ke depan.
Krisis energi di Venezuela disebabkan oleh dua faktor serius. Pertama, pembatasan perdagangan internasional yang membuat negara itu kesulitan mengimpor suku cadang asli. Kedua, dua gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang bagian utara pada Juni lalu menghancurkan infrastruktur kelistrikan.
Dari 800 megawatt kapasitas pembangkitan yang hilang akibat bencana gempa, Penjabat Presiden Delcy Rodriguez melaporkan bahwa “600 dari 800 megawatt kapasitas pembangkitan yang hilang akibat gempa bumi telah dipulihkan.” Namun demikian, pemadaman listrik masih terus dialami oleh sebagian besar daerah di negara tersebut.
Pengiriman peralatan ini menunjukkan upaya serius pemerintah Venezuela untuk mengatasi ketergantungan pada impor dan memulihkan stabilitas pasokan listrik yang kini semakin terganggu oleh kombinasi bencana alam dan hambatan ekonomi global.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

