
Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah kreatif untuk meningkatkan jumlah pengunjung dengan menghadirkan atraksi seni dan budaya lokal di kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Strategi ini menggabungkan potensi pariwisata dengan pelestarian warisan budaya daerah setempat.
Salah satu pertunjukan yang ditampilkan adalah tarian tradisional Ranup Lampuan yang dibawakan oleh penari dari Sanggar Putroe Aceh. Tarian ini merupakan salah satu warisan budaya khas Aceh yang masih dilestarikan hingga kini dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dengan menggelar acara semacam ini di lokasi wisata bersejarah, pemerintah kota mencoba menciptakan pengalaman yang lebih berkesan dan bermakna bagi wisatawan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik destinasi wisata sekaligus memberikan platform bagi seniman lokal untuk menampilkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Inisiatif Pemkot Banda Aceh menunjukkan upaya mengintegrasikan nilai historis dengan pengembangan ekonomi pariwisata, menciptakan sinergi antara pelestarian budaya dan pertumbuhan sektor wisata di daerah tersebut.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

