Gunungkidul Siapkan Pembayaran Digital di Tujuh Lokasi Wisata Mulai Oktober 2026

Gunungkidul Siapkan Pembayaran Digital di Tujuh Lokasi Wisata Mulai Oktober 2026

Wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Gunungkidul, Yogyakarta, tak lama lagi tidak bisa lagi bayar tiket masuk secara tunai. Pemkab Gunungkidul berencana menerapkan sistem pembayaran nontunai di tujuh Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) — yakni loket pembayaran tiket wisata — pada Oktober 2026.

Langkah ini sebenarnya sudah mulai dijalankan. TPR Pantai Baron menjadi lokasi pertama yang mencoba sistem ini sejak 12 Mei lalu, dan hasilnya cukup menggembirakan. Eko Nur Cahyo, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, menyebut tidak ada masalah berarti dalam penerapannya. “Mayoritas wisatawan sudah bisa menggunakan sistem pembayaran retribusi online,” ujarnya.

Tujuh TPR yang masuk rencana perluasan berikutnya adalah JJLS, Sepanjang, Banjarejo, Ngestirejo, Pulegundes, Tepus, dan Gunung Api Purba Nglanggeran. Namun pelaksanaannya masih menunggu kesiapan infrastruktur pendukung di masing-masing lokasi.

Salah satu tantangan yang masih dibahas adalah bagaimana menangani pengunjung yang belum punya aplikasi mobile banking atau uang elektronik. “Ini juga masih dibahas seperti apa nantinya,” kata Eko, mengisyaratkan bahwa pihaknya tengah mencari solusi agar tidak ada wisatawan yang kesulitan saat berkunjung.

Dukungan datang dari Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini. Ia menilai digitalisasi pembayaran retribusi bisa mendorong pendapatan asli daerah sekaligus menutup celah kebocoran uang di lapangan. “Optimalisasi sistem pembayaran ini berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata,” katanya.

Transformasi digital di sektor wisata Gunungkidul ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengelola potensi pariwisatanya secara lebih transparan dan modern, seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top