Jakarta Masuk Lima Besar Kota Udara Terburuk di Dunia, Warga Diminta Pakai Masker

Jakarta Masuk Lima Besar Kota Udara Terburuk di Dunia, Warga Diminta Pakai Masker

Warga Jakarta perlu waspada saat beraktivitas di luar rumah. Pada Rabu pagi, ibu kota Indonesia ini tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kelima di dunia berdasarkan data platform pemantau udara IQAir.

Indeks kualitas udara atau AQI Jakarta tercatat di angka 157 pada pukul 06.20 WIB. Angka ini menempatkan Jakarta dalam kategori ‘tidak sehat’, artinya udara di sana bisa berdampak buruk bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, penderita penyakit pernapasan, hingga hewan dan tumbuhan tertentu. Masyarakat pun disarankan mengenakan masker saat keluar rumah.

Di atas Jakarta, kota dengan udara paling buruk hari itu adalah Kuala Lumpur, Malaysia, dengan AQI 214 yang masuk kategori sangat tidak sehat. Posisi kedua ditempati Kolkata, India dengan angka 184, dan ketiga Dhaka, Bangladesh di angka 179.

Sebagai gambaran, skala AQI dibagi dalam beberapa tingkatan. Angka 0-50 dianggap baik, 51-100 sedang, 66-150 tidak sehat bagi kelompok sensitif, 200-299 sangat tidak sehat, dan 300-500 berbahaya bagi seluruh populasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, terutama menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung dari awal Mei hingga Agustus. Langkah tersebut mencakup peningkatan sistem pemantauan kualitas udara dan pengetatan uji emisi kendaraan bermotor.

Pemprov DKI juga tengah mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara dari berbagai sisi, mulai dari tren partikel berbahaya PM2,5, sumber emisi per sektor, hingga dampaknya terhadap kesehatan warga. Pemerintah menekankan bahwa masalah polusi udara tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Jakarta, melainkan butuh kerja sama lintas wilayah di sekitarnya. Upaya kolektif ini dinilai kunci untuk membawa kualitas udara Jakarta ke level yang lebih aman bagi semua warganya.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top