
Polemik seputar konser penyanyi Italia Andrea Bocelli di kompleks Candi Borobudur menarik perhatian pimpinan kepolisian daerah. Irjen Roy Hardi Siahaan, Kepala Polda Jawa Tengah, angkat bicara mengenai isu perizinan acara musik berkelas dunia tersebut.
Kehadiran Kapolda dalam merespons isu ini menunjukkan tingkat sensitivitas terhadap persoalan yang menyangkut situs warisan budaya dunia dan acara berskala internasional. Konser tersebut menjadi topik pembicaraan karena melibatkan sejumlah pihak dalam proses perizinannya.
Meski sumber belum merincikan pernyataan lengkap Kapolda, kehadiran pimpinan polisi daerah tertinggi untuk merespons isu menandakan bahwa pengurusan konser di lokasi bersejarah memerlukan koordinasi lintas institusi, termasuk kepolisian, sebagai bagian dari aspek keamanan dan ketertiban acara.
Konser seorang artis terkenal dunia di situs bersejarah seperti Borobudur mencerminkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang terus berkembang, namun juga membutuhkan perhatian khusus terkait pelestarian warisan budaya dan pengelolaan izin yang transparan.
Sumber: Detik Travel
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Mobil Listrik Murah BYD Racco Meluas ke Sri Lanka, Harga Rp625 Juta

