
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi meluncurkan Gerakan Pertobatan Ekologis sebagai strategi nasional untuk memperbaiki kondisi lingkungan. Inisiatif ini menggabungkan tiga pilar utama: kesadaran moral dan budaya, pendekatan spiritual atau keagamaan, dan penegakan hukum untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan bahwa gerakan ini didasarkan pada konsep persaudaraan antarsesama makhluk hidup. “KLH mencanangkan Gerakan Pertobatan Ekologis yang bertumpu pada tiga perspektif utama yaitu moral dan kesadaran budaya, perspektif agama, serta pendekatan law enforcement atau penegakan hukum,” kata Jumhur Hidayat dalam acara di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Dari segi budaya dan moral, KLH menekankan pentingnya menanamkan etika lingkungan sejak dini melalui program pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah yang telah tersertifikasi Adiwiyata. Pendekatan ini bertujuan agar generasi muda memahami tanggung jawab mereka terhadap kelestarian alam sejak usia sekolah.
Dalam dimensi spiritual, kesadaran ekologis dibangun melalui keyakinan bahwa setiap tindakan manusia terhadap alam akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, sehingga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Sementara itu, aspek penegakan hukum mengajak semua pihak—masyarakat, pelaku usaha, dan aparatur pemerintah—untuk mengakui kesalahan masa lalu dan berkomitmen melakukan restorasi lingkungan.
Jumhur Hidayat juga memuji kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan. Menurutnya, data survei menunjukkan bahwa sekitar 80 persen Gen Z memiliki kesadaran lingkungan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. “Gen Z punya kesadaran lingkungan yang lebih baik ketimbang kita-kita yang lebih senior. Kita tinggal memfasilitasi saja dan memastikan kesadaran itu terus bertumbuh sampai kapanpun,” ujarnya.
Menteri menganggap bencana alam dan penyakit baru yang muncul sebagai peringatan akan pentingnya pertobatan ekologis di tingkat individu, seperti menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Jika etika lingkungan tertanam kuat sejak sekolah, diharapkan generasi mendatang yang menjadi pengusaha atau pejabat akan membawa nilai-nilai tersebut dalam setiap keputusan mereka.
KLH yakin bahwa sinergi lintas sektor, penguatan nilai-nilai lingkungan di institusi pendidikan, dan peningkatan kesadaran individual dapat menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati Indonesia untuk generasi mendatang.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

