Komisaris Dharma Polimetal Kurangi Kepemilikan Saham, Lepas 231.700 Lembar DRMA

Komisaris Dharma Polimetal Kurangi Kepemilikan Saham, Lepas 231.700 Lembar DRMA

Noel Aelyo Laras Kusuma Negara, seorang komisaris di PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), baru-baru ini menjual sahamnya dalam perusahaan tersebut secara bertahap. Penjualan dilakukan dalam lima kali transaksi antara 8 hingga 12 Oktober 2026, berdasarkan laporan keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia.

Pada tanggal 8 Oktober, Noel menjual saham DRMA sebanyak dua kali dengan jumlah masing-masing 50.000 dan 81.700 lembar, dengan harga berkisar Rp 930 hingga Rp 935 per saham. Sehari kemudian, ia melepas 50.000 saham lagi dengan harga Rp 950 per saham.

Penjualan berlanjut pada 12 Oktober dengan dua transaksi terakhir masing-masing sebesar 35.000 dan 15.000 saham pada harga Rp 960-Rp 965 per saham. Secara keseluruhan, total saham yang dilepas mencapai 231.700 lembar senilai Rp 218,36 juta.

Menurut laporan resmi, “Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung.” Setelah transaksi ini selesai, Noel masih mempertahankan 84.150.000 saham DRMA, setara dengan 1,79% kepemilikan di perusahaan.

Di sisi lain, Dharma Polimetal sedang aktif mengembangkan infrastruktur stasiun pengisian daya cepat untuk kendaraan listrik dengan kandungan komponen lokal yang tinggi. Presiden Direktur Irianto Santoso menyatakan, “Langkah ini merupakan wujud dari dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaran listrik serta mengurangi ketergantungan impor.”

Perusahaan juga meluncurkan layanan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal menjadi kendaraan listrik sebagai bagian dari ekosistem terintegrasi Dharma Connect. Inisiatif-inisiatif ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Berdasarkan konsistensi inovasi dan diversifikasi yang telah dilakukan, perusahaan menargetkan penjualan sebesar Rp 6 triliun pada 2025. Stabilitas di segmen kendaraan roda dua, roda empat, serta pertumbuhan bisnis kendaraan listrik diharapkan dapat mendorong pencapaian target tersebut.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top