:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182874/original/009156400_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_3.jpg)
PT Bhineka Abadi Investama, salah satu investor di PT Pakuan Tbk dengan kode ticker UANG, baru-baru ini memutuskan menjual sejumlah sahamnya. Keputusan ini diambil pada 15 September 2026 lalu, dengan tujuan untuk realokasi investasi.
Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia yang dirilis pada 15 Oktober 2026, Bhineka Abadi Investama melepas 12 juta saham UANG dengan harga Rp 3.330 per lembar. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 39,9 miliar.
“Tujuan dari transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian penjelasan resmi dari laporan keterbukaan informasi BEI mengenai aksi penjualan ini. Setelah transaksi selesai, jumlah saham UANG yang dimiliki Bhineka Abadi berkurang dari 114.773.100 menjadi 102.773.100 lembar.
Di pasar saham, performa UANG menunjukkan volatilitas. Pada penutupan perdagangan Rabu 14 Oktober 2026, harga saham turun 5,57% menjadi Rp 3.220 per saham. Volume perdagangan mencapai 9.211 saham dengan nilai transaksi total Rp 3,1 miliar dalam 1.539 frekuensi transaksi.
Penjualan saham UANG ini terjadi di tengah sentimen positif pasar modal Indonesia secara umum. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,29% ke level 5.943,02, sementara indeks LQ45 naik 0,92% menjadi 594,58.
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan aksi membeli saham-saham yang dianggap murah muncul setelah pasar menyentuh level terendah dalam tiga bulan. Sentimen positif ini juga didukung sinyal dovish dari Federal Reserve dan kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh IMF menjadi 5,1% untuk tahun 2026.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Polri Kejar 98 Kasus Karhutla Korporasi, Tersangka Segera Ditunjuk

DKI Jakarta Terapkan Sistem Verifikasi Ketat untuk Program Bantuan Pendidikan KJP dan KJMU

Evaluasi MSCI Jadi Kesempatan Emas Perbaiki Pasar Modal Indonesia

