
Ibu kota kembali diwarnai berbagai kejadian kriminal dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya lima kasus berbeda mencuat di wilayah Jakarta, mulai dari penipuan berkedok pinjam uang hingga penculikan yang menyasar anak-anak.
Di Jakarta Barat, sejumlah warga RW 10, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, diduga menjadi korban penipuan seorang perempuan berinisial H. Pelaku yang diketahui mengontrak di kawasan tersebut disebut mendekati warga dengan menceritakan kesulitan ekonomi dan masalah pribadi demi mendapatkan pinjaman uang.
Masih di Jakarta Barat, polisi juga kesulitan memburu seorang perempuan yang diduga menculik anak-anak di kawasan Kalideres. Kapolsek setempat menyebut pelaku sengaja menggunakan pelat motor palsu sehingga menyulitkan pelacakan.
Sementara itu, Polda Metro Jaya tengah menyelidiki laporan dugaan pencurian disertai kekerasan atau penganiayaan yang menimpa seorang mahasiswa Universitas Indonesia. Pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, sementara status terlapor masih dalam tahap penyelidikan awal.
Kasus lain datang dari Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Seorang perempuan berinisial LK (26 tahun) melaporkan dirinya menjadi korban pengeroyokan yang bermula dari perselisihan akibat petasan dan kembang api yang mengganggu warga pada akhir pekan. “Salah satu warga ini memutuskan untuk melaporkan apa yang dialami ke Polres Jakarta Selatan. Jadi, kemarin, tanggal 5 Oktober, datang seorang perempuan inisial LK melaporkan perbuatan yang dialaminya. Perkara itu, yang dialaminya, berupa pengeroyokan dan/atau penganiayaan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi.
Tak kalah dramatis, seorang pria yang diduga sebagai maling tertangkap basah setelah merampok sebuah rumah sekaligus kosan di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin siang. Warga yang geram langsung main hakim sendiri dengan mengamuk di tempat kejadian. Rentetan peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan lingkungan dan kecepatan respons aparat masih menjadi kunci utama menjaga keamanan warga di kota besar seperti Jakarta.
Sumber: Antara News
Baca Juga

Empat ABK Jadi Korban Penganiayaan di Kapal Cumi, Polisi Buru Pelaku TPPO

AI Jadi Tantangan Baru Profesi Notaris, Pakar Hukum Unpad Bahas Lewat Buku 17 Kajian

Tim Pengacara Febrie Adriansyah Kritik Dakwaan TPPU: Tidak Ada Kejahatan Asal yang Jelas

