Unair Bidik Kolaborasi Riset Vaksin Lintas Negara untuk Siaga Epidemi

Unair Bidik Kolaborasi Riset Vaksin Lintas Negara untuk Siaga Epidemi

Universitas Airlangga (Unair) sedang mengeksplorasi peluang kerja sama riset dan berbagi teknologi vaksin dengan lembaga di berbagai negara. Langkah ini diambil untuk memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi risiko wabah penyakit dan pandemi di masa depan.

Inisiatif tersebut dilakukan melalui keikutsertaan Unair dalam forum Vaccine World Asia Congress-Southeast Asia and Biologics World Southeast Asia 2026, yang menghadirkan para pemangku kepentingan di bidang vaksin dan obat biologis dari sektor pemerintah, industri farmasi, akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan.

Laura Navika Yamani, Sekretaris Lembaga Penyakit Tropis Unair dan epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, menjelaskan mengapa kolaborasi regional sangat penting. Menurutnya, “Di sini kami mendapatkan perspektif, pengalaman, dan kemampuan dari masing-masing pihak sehingga bisa ditemukan peluang kerja sama serta transfer pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian tidak terjadi monopoli dan ke depan bisa terbangun sinergi serta kolaborasi untuk menghadapi kemungkinan epidemi atau pandemi.”

Melalui forum ini, Unair menargetkan tiga hal utama. Pertama, memperdalam wawasan tentang perkembangan teknologi vaksin dan bahan biologis terapeutik, mencakup aspek produksi, uji klinis, dan peraturan yang berlaku. Kedua, mencari peluang riset bersama dengan institusi dan negara lain, dengan melibatkan akademisi, peneliti, regulator, dan industri.

Ketiga, Unair ingin memetakan tantangan spesifik dan kebutuhan setiap pihak guna menemukan titik kesamaan yang dapat dikembangkan menjadi program kerja sama nyata. Forum ini juga mempertemukan wakil dari Indonesia, India, Malaysia, dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI)—sebuah koalisi global yang mendukung pendanaan dan koordinasi pengembangan vaksin.

Dengan membangun kolaborasi yang terstruktur dan saling menguntungkan, harapannya Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara dapat lebih siap dan responsif menghadapi potensi ancaman kesehatan global di masa mendatang.

Sumber: Antara News

Baca Juga

Scroll to Top