
Upaya rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang terbakar beberapa waktu lalu, telah berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 4,7 miliar dari sejumlah donatur korporat dan individu. Data tersebut masih bersifat sementara berdasarkan informasi dari para pemberi bantuan, belum melalui proses audit keuangan resmi.
Sapo Development Indonesia menyumbang dana terbesar yakni Rp 2 miliar, yang dibagi ke rekening Dusun Sade dan satgas pemulihan masing-masing Rp 1 miliar. Kontribusi lain berasal dari tokoh publik Raffi Ahmad (Rp 1 miliar), PT Otsuka (Rp 500 juta), hingga sejumlah pihak lain termasuk Kementerian Pariwisata (Rp 800 juta).
Tokoh Desa Adat Sade Amaq Aris menekankan bahwa pencatatan donasi harus teliti agar tidak ada penghitungan ganda. “Bantuan dalam bentuk barang juga perlu dicatat secara terpisah agar tidak terjadi penghitungan ganda,” ujarnya, mengingatkan bahwa hanya dana yang telah terealisasi yang bisa dihitung sebagai penerimaan.
Pemilik Sapo Development, Alvaro Paribanez, menjelaskan bahwa kontribusi perusahaannya bertujuan menjadi pendorong utama dalam menghidupkan kembali ikon budaya Lombok. Bantuan itu dialokasikan untuk penyediaan material, upah tenaga kerja, serta perencanaan instalasi listrik dan sistem air bersih bagi warga.
Hingga saat ini, 49 unit rumah warga sudah memulai pembangunan, dengan dua struktur pendukung berugak telah selesai. Kepala Desa Rembitan Lalu Minaksa mencatat bahwa masih ada sekitar 10 bangunan yang belum dimulai rekonstruksinya, sementara masjid dan museum desa masih dalam tahap pengerjaan, menunjukkan proses pemulihan yang masih berlangsung bertahap.
Sumber: Antara News
Baca Juga

MUI Desak Masyarakat Tetap Pilih Produk Halal Meski Sertifikasi Wajib Ditunda hingga 2028

Pasar Saham Merah Putih Bergairah, Indeks Terbang 5,65% Didorong Aksi Beli Emiten

BEI Ubah Mekanisme Pembatas Harga Saham Murah, dari Persentase Jadi Nominal Rp 1

