:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755718/original/069568600_1778657615-5.jpg)
Bursa saham Indonesia mengalami lonjakan spektakuler pada hari Selasa, 20 Oktober 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di level 5.278,88—naik tajam 5,65% dari sesi sebelumnya. Momentum positif ini merata di seluruh lini, dengan 670 saham menguat sementara hanya 99 saham melemah dan 30 saham stagnan.
Pergerakan pasar yang kuat ini disertai dengan aktivitas transaksi yang cukup ramai. Frekuensi perdagangan mencapai 2,5 juta kali dengan volume 56,8 miliar saham, menghasilkan nilai transaksi harian sebesar Rp 26,5 triliun. Rupiah juga berada di posisi relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 17.972 per dolar.
Menurut analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana, penguatan IHSG ini mencerminkan technical rebound—istilah teknis berarti pemulihan harga setelah mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut. “Di sisi lain kami perkirakan adanya aksi buyback oleh emiten,” ujar dia. Buyback adalah ketika perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar, tindakan yang biasanya mendorong harga naik.
Indeks sektoral mencatat performa yang gemilang di hampir semua lini. Transportasi memimpin dengan lonjakan 8,55%, diikuti infrastruktur (5,6%), properti (5,19%), keuangan (5,07%), basic materials (6,62%), dan industri (4,56%). Sektor energi naik 4,39%, consumer nonsiklikal 4,2%, consumer siklikal 2,66%, dan kesehatan 2,25%.
Saham-saham unggulan juga mencatatkan kinerja memukau. Saham TRUK (transportasi) melejit 25% menjadi Rp 5.025 per lembar dengan nilai transaksi Rp 7,9 miliar. BBKP (perbankan) melompat 12,50% menjadi Rp 36 per saham dengan nilai transaksi Rp 6,1 miliar. Sementara INDF (konsumer) naik lebih rendah di 1,54% ke Rp 6.575 per saham dengan transaksi Rp 72,2 miliar.
Aksi pembelian ulang saham oleh emiten tampak menjadi kunci pendorong utama reli pasar ini, seiring dengan pemulihan teknis yang terepresentasi dalam pergerakan IHSG dari level terendah 4.980 hingga menyentuh puncak 5.278,88 pada satu sesi perdagangan. Dengan momentum positif ini, investor tampak kembali percaya terhadap prospek pasar saham domestik di tengah dinamika ekonomi global yang tetap kompleks.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

MUI Desak Masyarakat Tetap Pilih Produk Halal Meski Sertifikasi Wajib Ditunda hingga 2028

Donasi Pemulihan Desa Adat Sade Terkumpul Rp 4,7 Miliar dari Berbagai Pihak

BEI Ubah Mekanisme Pembatas Harga Saham Murah, dari Persentase Jadi Nominal Rp 1

