:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
Tekanan di pasar saham Indonesia belum mereda. Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) — indikator utama kinerja bursa saham kita — anjlok 1,88% ke level 6.031,28 pada Kamis, 8 Oktober 2026, para analis mengingatkan investor untuk tetap waspada karena pelemahan berpotensi berlanjut.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut ada dua faktor utama yang menekan pasar. Pertama, harga minyak mentah dunia melonjak ke kisaran US$ 90–103 per barel akibat ketegangan di Timur Tengah, yang memunculkan kembali kekhawatiran soal inflasi energi. Kedua, risalah rapat bank sentral AS (FOMC Minutes) menunjukkan sinyal kenaikan suku bunga. “FOMC Minutes semalam lebih condong ke hawkish untuk kebijakan suku bunganya dan akan naik di akhir 2026, hal tersebut memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang diperkirakan akan memperketat likuiditas,” ujar Herditya.
Kondisi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham di Asia pada hari yang sama. Di dalam negeri, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 848 miliar, dengan saham-saham perbankan dan tambang besar seperti BBRI, BMRI, ANTM, serta TLKM menjadi yang paling banyak dilepas.
Di sisi lain, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, masih melihat peluang pemulihan pada perdagangan Jumat ini. Menurutnya, IHSG perlu melewati uji kekuatan di level 6.000. “IHSG berpotensi tes support kuat di 6.000, dan jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound,” kata Fanny. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang bawah 5.950–6.000 dan batas atas 6.070–6.210.
Untuk memanfaatkan peluang di tengah kondisi yang volatile ini, Fanny merekomendasikan enam saham yang layak dicermati, yaitu MEDC (Medco Energi Internasional), DSSA (Dian Swastatika Sentosa), DEWA (Darma Henwa), BRIS (Bank Syariah Indonesia), ISAT (Indosat), dan ADMR (Alamtri Minerals Indonesia). Seluruh keputusan investasi tetap ada di tangan masing-masing investor, dan analisis mandiri sebelum bertransaksi sangat disarankan.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Badung Raih Dua Penghargaan Pariwisata, Fokus pada Kualitas Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan

CUAN dan BREN Terima Denda Rp 600 Miliar dari OJK atas Praktik Menyesatkan IPO

Kapolda Jateng Jelaskan Posisi Polisi dalam Pengurusan Izin Konser Andrea Bocelli

