BNI Siapkan Dana Rp 547 Miliar untuk Beli Kembali Sahamnya Sendiri

BNI Siapkan Dana Rp 547 Miliar untuk Beli Kembali Sahamnya Sendiri

Bank Negara Indonesia (BNI) akan menggunakan uang tunainya untuk membeli kembali sahamnya sendiri senilai maksimal Rp 547 miliar. Langkah ini dilakukan karena harga saham bank mengalami fluktuasi yang cukup besar di pasar, dan manajemen ingin menyeimbangkan tekanan penjualan saham yang terjadi.

Program pembelian kembali saham, yang dikenal sebagai buyback, akan dilaksanakan secara bertahap mulai 28 Oktober 2026 hingga 3 Januari 2027 selama tiga bulan. Uang untuk pembelian ini akan berasal dari kas internal bank tanpa mengganggu operasional bisnis sehari-hari.

Menurut pengungkapan informasi BNI kepada Bursa Efek Indonesia, “Buyback akan dilakukan melalui bursa efek sesuai ketentuan yang berlaku. Buyback yang akan dilakukan melalui bursa efek akan dilaksanakan melalui satu anggota bursa efek.” Proses ini akan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dampak finansial dari pembelian kembali saham ini akan menyebabkan aset dan ekuitas BNI berkurang maksimal sebesar Rp 547 miliar. Namun manajemen meyakini bahwa langkah ini tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap operasional bank mengingat modal dan arus kas internal yang masih memadai.

BNI akan membeli sahamnya dengan harga yang dianggap wajar dan sesuai dengan kondisi pasar pada saat itu. Saham yang berhasil dibeli kembali akan ditangani sesuai dengan peraturan yang berlaku dari OJK dan akan dialihkan dengan tata cara yang telah ditetapkan.

Strategi buyback ini menunjukkan kepercayaan manajemen BNI terhadap prospek jangka panjang bank, sekaligus menjadi sinyal bahwa nilai intrinsik saham dinilai lebih rendah dari harga pasarnya saat ini.

Sumber: Liputan6

Baca Juga

Scroll to Top