:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), produsen susu Cimory, berhasil menunjukkan pertumbuhan kinerja finansial yang solid pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Perolehan pendapatan dari penjualan produk mencapai angka Rp 9,92 triliun, jauh melampaui capaian tahun sebelumnya yang hanya Rp 7,87 triliun pada periode yang sama.
Lonjakan pendapatan ini diiringi dengan meningkatnya beban pokok penjualan (biaya langsung untuk memproduksi barang) sebesar 31,86% menjadi Rp 5,66 triliun dibanding Rp 4,29 triliun setahun lalu. Meskipun demikian, perusahaan tetap mampu meraih laba kotor (pendapatan setelah dikurangi biaya produksi) yang tumbuh 19,20% mencapai Rp 4,26 triliun, dibandingkan Rp 3,57 triliun periode sebelumnya.
Investasi untuk kegiatan penjualan dan promosi turut meningkat menjadi Rp 2,14 triliun dari sebelumnya Rp 1,62 triliun. Begitu pula dengan beban operasional umum yang naik dari Rp 144,60 miliar menjadi Rp 163,52 miliar. Namun, laba operasional (keuntungan murni dari bisnis inti) tetap bertumbuh 3,62% mencapai Rp 1,86 triliun versus Rp 1,79 triliun tahun sebelumnya.
Pada tingkat laba bersih (keuntungan final setelah semua biaya dan pajak), CMRY mencatat peningkatan 7,2% menjadi Rp 1,71 triliun dibanding Rp 1,60 triliun periode sama tahun lalu. Laba per saham yang dapat dikenakan kepada pemilik induk perusahaan juga naik ke Rp 216,47 dari Rp 201,77 sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 8,92 triliun per September 2026 dibanding Rp 8,74 triliun akhir tahun lalu. Ekuitas (nilai kekayaan pemilik) tumbuh ke Rp 6,91 triliun dari posisi Desember 2025 yang mencapai Rp 6,78 triliun. Sementara itu, posisi kas mengalami penurunan menjadi Rp 341,02 miliar dari Rp 947,92 miliar di akhir tahun lalu, kemungkinan karena dialokasikan untuk ekspansi atau pembayaran kewajiban.
Kinerja CMRY hingga kuartal ketiga 2026 menunjukkan bahwa strategi bisnis perusahaan berhasil mendorong pertumbuhan pendapatan dengan tetap menjaga profitabilitas. Ekspansi berkelanjutan di pasar susu memposisikan emiten ini sebagai pemain utama dalam industri produk dairy di Indonesia.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Kapolri Tangkap Perwira Tinggi dalam Kasus Penyadapan Prabowo, Pakar Desak Usut Dalang Perintah

Dukungan Indonesia Jadi Penopang Ketahanan Palestina dalam Menghadapi Agresi

Jababeka Raih Pendapatan Rp 4,25 Triliun, Tapi Laba Bersih Anjlok 38 Persen

