:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
Bursa Efek Indonesia mencatat sembilan perusahaan sedang menunggu giliran untuk go public atau masuk ke bursa saham. Data terbaru menunjukkan kondisi pasar modal Indonesia terus berkembang, meskipun momentum pertumbuhan baru dibuktikan dengan aktivitas pencatatan saham yang tinggi.
Dari 9 perusahaan dalam antrian itu, mayoritas masuk kategori aset menengah berdasarkan standar regulasi Otoritas Jasa Keuangan. Komposisi sektor calon emiten cukup beragam: dua dari sektor bahan mentah, dua dari energi, satu dari keuangan, dan empat dari perawatan kesehatan.
Sepanjang tahun 2026 hingga awal November, Bursa Efek Indonesia telah mencatat tujuh perusahaan baru dengan total penggalangan dana mencapai Rp 2,16 triliun melalui penawaran saham perdana (IPO). Momentum ini menunjukkan minat perusahaan untuk ekspansi modal melalui pasar saham tetap kuat.
Selain IPO, aktivitas pasar modal lainnya juga mencatat rekor. Sebanyak 156 penerbitan efek utang dan sukuk dari 67 penerbit telah mencatat total dana Rp 157,73 triliun. Saat ini, 29 emisi utang dari 19 penerbit masih dalam proses persiapan pencatatan.
Memasuki minggu perdagangan awal November, indeks saham gabungan mengalami tekanan. Indeks turun 0,13% menjadi 5.050,42 poin, sementara kapitalisasi pasar menyusut 1,34% ke posisi Rp 8.744 triliun. Volume dan frekuensi transaksi juga menurun signifikan dibandingkan minggu sebelumnya.
Penjualan saham oleh investor asing turut membebani pasar. Dalam sepekan terakhir, investor asing melepas saham senilai Rp 167,11 miliar, jauh lebih rendah dibanding minggu sebelumnya ketika penjualan mencapai Rp 3,05 triliun. Pergeseran perilaku investor ini mencerminkan dinamika sentimen pasar yang fluktuatif.
Tekanan menyeluruh terjadi di mayoritas sektor saham, dengan sektor teknologi mencatat penurunan terbesar sebesar 6,46%. Sektor energi melemah 5,01%, transportasi-logistik turun 5,35%, dan properti-real estate terkoreksi 4,35%. Hanya sektor consumer nonsikal dan keuangan yang bertahan dengan kenaikan masing-masing 0,85% dan 1,33%.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Kapolri Tangkap Perwira Tinggi dalam Kasus Penyadapan Prabowo, Pakar Desak Usut Dalang Perintah

Dukungan Indonesia Jadi Penopang Ketahanan Palestina dalam Menghadapi Agresi

Jababeka Raih Pendapatan Rp 4,25 Triliun, Tapi Laba Bersih Anjlok 38 Persen

