:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis dalam seminggu terakhir, sejumlah saham individual malah mencatat kenaikan fantastis. Pantauan data Bursa Efek Indonesia menunjukkan kontras menarik antara kondisi pasar secara keseluruhan dan pergerakan beberapa emiten pilihan pada 2-6 November 2026.
IHSG melemah 0,13% menjadi 5.050,42 poin dibanding seminggu sebelumnya di level 5.057,05 poin. Pelemahan ini juga diikuti penurunan nilai kapitalisasi pasar hingga Rp 118 triliun, dari Rp 8.862 triliun menjadi Rp 8.744 triliun. Aktivitas pasar secara umum juga melambat dengan volume transaksi harian yang berkurang 3,5% ke 31,29 miliar saham.
Aktivitas jual dari investor asing turut menekan pasar. Dalam sepekan terakhir, investor asing melepas saham senilai Rp 167,11 miliar, jauh lebih rendah dari minggu sebelumnya yang mencapai Rp 3,05 triliun. Sebagian besar sektor saham terpangkas, kecuali sektor konsumen nonsikal yang naik 0,85% dan sektor keuangan yang bertambah 1,33%.
Sektor teknologi catat kerugian terbesar dengan penurunan 6,46%, diikuti sektor transportasi-logistik turun 5,35% dan sektor energi melemah 5,01%. Sektor properti susut 4,35% sementara sektor konsumen sikal terpangkas 4,04%.
Di tengah kondisi itu, saham PT Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) memimpin penguatan dengan lonjakan 190,91%, dari Rp 11 menjadi Rp 32 per saham. Saham AIMS menyusul dengan kenaikan 125,96% ke Rp 1.175 per saham, dan TMPO melonjak 56,99% menjadi Rp 292 per saham.
Enam saham lainnya masuk daftar top gainers mingguan. YUPI naik 51,20% ke Rp 1.255 per saham, BAJA bertambah 21,05% menjadi Rp 184 per saham, dan KINO menguat 20,77% ke Rp 1.570 per saham. Tiga saham lain—BOBA, AKPI, BREN, dan KSIX—masing-masing tumbuh antara 17-19%.
Penguatan saham-saham tertentu ini menunjukkan bahwa meski pasar secara umum kehilangan momentum, peluang keuntungan masih tersedia bagi investor yang memilih saham dengan hati-hati. Kondisi pasar yang beragam ini mencerminkan dinamika selektif dalam bursa saham Indonesia.
Sumber: Liputan6
Baca Juga

Kapolri Tangkap Perwira Tinggi dalam Kasus Penyadapan Prabowo, Pakar Desak Usut Dalang Perintah

Dukungan Indonesia Jadi Penopang Ketahanan Palestina dalam Menghadapi Agresi

Jababeka Raih Pendapatan Rp 4,25 Triliun, Tapi Laba Bersih Anjlok 38 Persen

