Wacana Kita

Wacana dari Kita untuk Anda
Subscribe

Doktor asal Jombang Alumni Matematika ITS Menangi Kompetisi Teknologi Pertahanan di Inggris

August 26, 2008 By: admin Category: Teknologi Militer

 

 

Subchan Doktor asal jombang

Sang Robot Bisa Bedakan yang Sipil dan Militer

Hampir bersamaan dengan ulang tahun kemerdekaan Indonesia, Dr Subchan, peneliti asal Indonesia, berhasil meraih prestasi bergengsi di Inggris. Bahkan, Departemen Pertahanan Inggris berminat mengembangkan robot dan piranti ciptaan timnya.

NURANI SUSILO, London

SIAPA sangka dari Swindon, sebuah kota kecil yang berjarak sekitar dua jam berkendara dari London, seorang anak bangsa, Dr Subchan, kini menjadi pembicaran di Inggris. Peneliti di Cranfield University, Shrivenham Campus di Oxfordshire, Inggris, bersama timnya dinyatakan sebagai pemenang Minister of Defense (MoD) Grand Challenge.

MoD Grand Challenge adalah lomba bergengsi untuk mencari teknologi terapan di dunia militer yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Subchan, pria yang lahir dan besar di Jombang, Jawa Timur, itu bersama Team Stellar mengembangkan Saturn (Sensing and Autonomous Tactical Urban Reconnaissance Network).

Saturn adalah semacam robot yang berfungsi mendeteksi ancaman musuh. Bukan sembarang robot. Ini adalah robot terpadu yang memiliki tiga komponen, baik di darat maupun udara, yang bisa mengidentifikasi kekuatan dan posisi musuh di medan pertempuran.

Tim Stellar adalah gabungan antara Cranfield University, Stellar Service Ltd, Blue Bear System Ltd, SELEX Sensors, dan Airborne System Ltd, TRW Conekt, dan Marshall Specialist Vehicles.

”Robot ini bisa menggantikan manusia untuk mengintai kekuatan dan posisi musuh, tanpa berisiko terlihat atau diketahui lawan,” jelas Subchan yang lulusan Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) jurusan matematika 1994 itu kepada Jawa Pos kemarin.

Karena berbagai kelebihan itu, Subchan dan Team Stellar dinyatakan unggul dibandingkan peserta lomba yang lain. Andy Wallace, perwira militer dari Departemen Pertahanan Inggris, mengakui ingin mendapatkan produk teknologi yang membuat misi prajurit di medan tempur semakin aman. ”Kami ingin tentara yang bertugas di lapangan makin aman dan keselamatan mereka terlindungi,” kata Wallace kepada stasiun televisi BBC.

Dalam konteks perang modern, lanjut Wallace, produk teknologi seperti yang dikembangkan Subcham dan timnya memang sangat relevan. Medan yang asing dan sulit, membutuhkan piranti yang bisa sangat membantu prajurit tempur.

Robot yang dikembangkan Team Stellar ini terdiri atas dua pesawat kecil dan satu kendaraan darat. Semuanya tanpa awak. Wahana ini dilengkapi dengan sensor radar, panas, dan visual. Untuk menyelaraskan kerja ketiga robot ini, sekaligus menganalisis hasil yang didapat, dibuat semacam pusat mengendali terpadu.

Kepada Jawa Pos Subchan memaparkan, tiga komponen robot yang dikembangkan Team Stellar itu punya fungsi sendiri-sendiri yang saling menunjang. Pertama, pesawat tanpa awak yang terbang tinggi. Alat ini berfungsi memetakan wilayah dan mengetahui medan. Pesawat ini bisa mendeteksi kendaraan militer; tank, bahkan sniper (penembak jitu) lawan.

Namun, untuk bom pesawat, alat ini tidak bisa mendeteksi secara akurat. Itulah sebabnya dibuat robot kedua dan ketiga berupa pesawat tanpa awak yang terbang rendah dan satu robot darat (ground vehicle). Kedua robot terakhir ini lebih berfungsi untuk mengecek atau melakukan verifikasi terhadap temuan pesawat pertama yang terbang tinggi .

Subchan, yang menempuh master bidang applied matematics (S2) di Delft University of Technology di Belanda pada 1998-2000 ini terlibat di bagian desain dan pengembangaan kendaraan udara dan darat tanpa awak. ”Ini memang pekerjaan yang sangat menguras tenaga dan otak,” kata pria kelahiran Jombang Mei 1971 itu.

Dia menceritakan, proyek robot militer ini dimulai sekitar pertengahan 2007. Selama kurang lebih setahun, Team Stellar yang menggabungkan beberapa perusahaan pertahanan dan Cranfield University itu mengembangkan dan menguji coba Saturn di lapangan. Uji coba dilakukan di beberapa tempat di Inggris.

“Proyek ini membuat saya sering ke lapangan dan menghabiskan waktu di alam terbuka. Kadang selama berhari-hari menyempurnakan Saturn,” kata anak kedua dari empat bersaudara pasangan Abdul Muin dan Djamilah ini.

Dalam enam bulan terakhir, hampir tiap minggu Subchan dan timnya ke lapangan menguji Saturn. Waktu yang terbatas memang menjadi salah satu kendala pengembangan Saturn. Bahkan, sampai babak final pun, masih ada beberapa masalah yang mengganjal.

”Pada proofing event (pembuktian produk) yang berlangsung selama lima hari, kami sempat khawatir karena sampai hari ketiga komunikasi antara stasiun pengendali di darat dan robot kendaraan tidak begitu bagus,” bpak lima orang anak itu. Untunglah pada hari keempat, persoalan bisa diatasi.

Menurutnya, salah satu tantangan yang harus dilakukan setiap tim adalah dalam waktu satu jam harus mendemonstasikan hasil temuannya di Village of Copehill Down, di Salisbury Plain, Wiltshire, Inggris. Yakni, sebuah perkampungan yang khusus dibuat untuk latihan militer. Kondisi perkampungan itu dibuat sedemikian rupa mirip dengan medan peperangan, lengkap dengan snipers, bom, tank, peluncur roket, hingga aktor yang berperan sebagai tentara lawan dan penduduk sipil.

Dalam tantangan seperti itu, robot peserta MoD Grand Challenge harus bisa membedakan mana yang ancaman dan mana warga sipil biasa.

”Saya sangat bersyukur bisa menang,” kata suami Ima Imadatul yang pernah empat tahun bekerja di IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebelum menjadi dosen ITS.

Subchan layak berbangga karena dari 11 tim yang mengikuti lomba ini hanya enam yang masuk babak final. Dan dari enam ini, Team Stellar menang dan berhak atas penghargaan begengsi RJ Mitchell Trophy. Tropi yang mengambil nama perancang pesawat Spitfire Fighter, pesawat tempur legendaris pada pertempuran Battle of Britain.

Penelitian pertahanan dan keselamatan sipil memang bukan dunia yang asing bagi Subchan. Cranfield University, tempat Subchan sekarang bekerja sebagai peneliti, memang memiliki studi pertahanan. Di sinilah dulu ia menyelesaikan S3 di bidang Guidance and Control (panduan dan kendali). ”Berbagai proyek yang saya ikuti hampir semuanya memiliki kaitan dengan pertahanan,” kata Subchan .

Setelah lulus doktor, Subchan meneruskan post doctoral pada Departement Informatics and Sensors pada universitas yang sama dengan bidang yang ditekuninya sekarang: decision making, data fusion, mission planning and control (bidang pengambilan keputusan, penggabungan data, dan perencenaan misi).

Ia mengaku tidak pernah membayangkan dan berencana menjadi peneliti militer. Tapi kuliah S3 di Cranfield University membuatnya menekuni penelitian dan pengembangan teknologi militer. Ia pernah meneliti ‘awan yang tercemar nuklir’. Bila semisal ada kebocoran di reaktor nuklir, Subchan membantu menentukan luas wilayah yang tercemar bahan berbahaya. Dari sini bisa ditentunkan warga di wilayah mana yang harus diungsikan karena kebocoran nuklir tersebut.

”Inilah yang membuat saya senang dan menikmati bidang saya. Ada hasil nyata yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan manusia,” kata Subchan yang juga sering menjadi pembicara pada forum pengajian di Swindon dan London.

Untuk masa depan Saturn yang ia kembangkan bersama Team Stellar, ia belum tahu persis kapan selesai dan dipakai oleh kalangan militer. Yang jelas, teknologi yang dipakai sangat kompleks dan membutuhkan dana yang besar. ”Kalau dananya tersedia mungkin Saturn bisa hadir lebih cepat,” katanya. (el)

Menkominfo Mohammad Nuh soal Penolakan Publik atas Kenaikan Harga BBM

May 24, 2008 By: admin Category: Politika

M.Nuh PolitikaSBY Kesampingkan Popularitas dan Karir Politik. Seperti tradisi, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) selalu ditentang banyak elemen masyarakat. Kali ini juga ditentang program bantuan langsung tunai (BLT) yang merupakan kompensasi atas kebijakan tak populis tersebut. Bagaimana pemerintah merespons semua itu? Berikut wawancara dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Prof Dr Mohammad Nuh DEA di ruang kerjanya.

Penolakan atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM meluas. Mengapa pemerintah ngotot? Apa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak takut citranya jatuh menjelang Pemilu 2009?

Sudah sangat jelas, kenaikan harga BBM menurunkan popularitas. Sudah sangat jelas mempunyai dampak negatif terhadap karir politik atau pemerintahan. Kenapa tetap dinaikkan? Itu kan berarti ada sesuatu yang lebih penting daripada sekadar popularitas dan karir politik. Justru menjadi tanda tanya kalau tidak menaikkan BBM sekadar ingin mempertahankan popularitas, atau mengambil hati rakyat, atau semata-mata untuk kepentingan karir politik. Sesuatu yang fundamental kok dikorbankan untuk mempertahankan karir politik.

Sudah sedemikian mendesakkah kenaikan harga BBM?

Kita harus menggunakan pendekatan rasional untuk melihat alasan BBM harus naik. Alasan utama jelas karena harga pasar minyak dunia. Posisi kita sendiri net importer. Kalau tidak dinaikkan, ada disparitas harga dengan negara tetangga sehingga rawan penyelundupan. Negara kita dengan geografis seperti ini sulit menghindari penyelundupan.

Kaitannya dengan subsidi?

Ternyata memang faktanya yang menikmati subsidi itu sebagian besar masyarakat yang relatif mampu. Dan, itu memakan 70 persen dari volume subsidi. Rasanya tidak adil. Di satu sisi program yang pro rakyat kecil hanya Rp 70 triliun. Sedangkan subsidi yang dinikmati orang yang mampu di atas Rp 180 triliun.

Bagaimana pemerintah merespons penolakan masyarakat?

Penolakan terhadap kenaikan harga BBM wajar. Ada logika umum mengapa masyarakat menolak. Secara umum, tidak ada yang suka kenaikan. Siapa pun tidak suka barang naik. Kenaikan hanya disukai untuk dua hal, yaitu kenaikan gaji dan kenaikan pangkat.

Apa konsekuensinya jika tidak naik?

Anggaran kita (APBN) terbatas sekitar Rp 90 triliun. Kalau subsidi BBM tidak dibatasi dan volume APBN tetap, otomatis akan menggerogoti yang lain. Konsekuensinya berat. Kalau harga BBM dinaikkan, akan memicu kenaikan harga barang yang lain sehingga daya beli masyarakat bakal turun. Persoalannya memang tidak ada pilihan. Pilihannya adalah biarkan harga naik dengan menyelamatkan kelompok yang paling rentan. Dari situlah muncul ide kelompok yang paling bawah perlu mendapatkan perhatian khusus melalui BLT senilai Rp 14 triliun untuk 19,1 juta RTS (rumah tangga sasaran).

Ada kritik, BLT tidak mendidik. Tanggapan Anda?

Memang, ada kritik bahwa BLT itu tidak mendidik, BLT itu menjadikan rakyat pemalas, BLT menjadikan rakyat menjadi peminta-minta. Sekarang kita renungkan sejenak. Apa beda BLT dengan subsidi? Kalau subsidi melekat pada barang, BLT langsung tunai ke masyarakat. Kesamaannya, sama-sama meningkatkan purchasing power (daya beli).

Soal kritik BLT tidak mendidik?

Kalau kita memberikan bantuan kepada kaum miskin dianggap tidak mendidik, lantas apa yang harus kita katakan kalau bantuan itu kita berikan kepada orang yang cukup. Kalau memberikan bantuan kepada orang miskin kita anggap tidak mendidik, berarti memberi orang kaya itu mendidik. Kan tidak kena dari logika itu.

Kalau membuat orang menjadi malas?

Secara psikopersonal, tidak ada orang yang mau status quo miskin. Walau dibantu, mereka tetap harus kerja. Harus berpikir positif. Dengan Rp 100 ribu, tidak tepat kalau menjadikan mereka pemalas.

Ada penguat dari sisi yuridis?

Di UUD 1945 pasal 34, sudah jelas. Fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara. Lantas, kenapa kalau kita memberikan bantuan kepada yang lemah lantas menjadi gaduh.

BLT ini dikatakan sekadar memberikan ikan, bukan kail?

BLT itu sebagai parasetamol (obat sakit kepala). Memangnya salah kalau ngasih parasetamol? Kalau memang sedang sakit kepala, harus kita kasih parasetamol. Kalau dia sakit kepala disuruh mancing, kan tidak bisa berangkat karena masih pusing. Memberikan bantuan itu ya harus tepat. Kalau sakit kepala, ya kita obati dulu sakit kepalanya.

Apakah Anda melihat elite politik sengaja mencari grade point di tengah isu BBM?

Boleh sebagai politisi mencari grade point, tetapi harus berbasis pada objektivitas. Kalau semata-mata dapat grade point, tapi masalah kemiskinan dan dampak globalnya tidak teratasi, kasihan rakyat. Itu sama saja dengan eksplorasi dan eksploitasi rakyat miskin untuk karir politik. (tomy c. gutomo)

Mohammad Nuh:Blogger Bukan Musuh, tapi Keluarga

April 18, 2008 By: admin Category: Internet

Blogger keluarga bukan musuhJAKARTA, SENIN-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh menyatakan bahwa pemerintah menganggap para blogger (pembuat situs pribadi/blog) bukan musuh, akan tetapi bagian dari sebuah keluarga.

 

“Blogger merupakan bagian dari keluarga kita, kita tumbuh bersama untuk mengembangkan dunia teknologi informasi di Indonesia,” kata Menkominfo dalam pertemuan dengan para blogger di kantor Depkominfo di Jakarta, Senin (7/4) malam. Baca Selengkapnya →

Alumni Teknik Kimia ITS : Direktur Wanita Pertama di Pertamina

April 17, 2008 By: admin Category: Energi

Rukmi, Direktur Wanita Pertama di Pertamina

Jumat JP, 18 Apr 2008,

Rukmi HadihartiniBaru kali ini Pertamina punya direktur wanita. Dia adalah Rukmi Hadihartini yang dilantik sebagai direktur pengolahan pada 6 Maret lalu. Siapa Rukmi? Bagaimana dia berbagi peran sebagai sosok tangguh di Pertamina dan sosok lembut di rumah tangga?

“Ya, inilah emansipasi,” kata Rukmi ketika ditanya perihal pencapaian karirnya. Wanita kelahiran Jember, 29 Maret 1953, itu mengakui bahwa sektor migas memang kental dengan nuansa maskulin. Baca Selengkapnya →

“Filter Situs Asusila” Sudah Bisa Diunduh

April 13, 2008 By: admin Category: Uncategorized

JAKARTA,JUMAT - Departemen Komunikasi dan Informasi hari ini meluncurkan software yang dapat digunakan untuk menutup akses ke situs-situs porno. Software ini disebut Filter Situs Asusila.

 

Dalam kesempatan ini juga, Depkominfo melakukan demo download software tersebut. Software dapat diakses secara gratis melalui situs depkominfo di www.depkominfo.go.id. Link download terdapat di sisi kanan situs dalam blok berwarna biru. Baca Selengkapnya →

Menkominfo Bantah Proyek Software Antiporno Habiskan Rp1 T

April 13, 2008 By: admin Category: Internet

JAKARTA,JUMAT - Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh membantah bahwa Depkominfo menghabiskan uang hingga sebesar Rp1 triliun untuk mendanai pengadaan software anti pornografi yang dinamakan software Filter Situs Asusila. Nuh justru mengatakan bahwa tidak sepeser pun dana negara yang dipakai untuk membiayai proyek ini. Baca Selengkapnya →

M Nuh Mesam-Mesem Dituduh Habiskan Uang Rp 1 Triliun

April 11, 2008 By: admin Category: Internet

Sabtu, 12 April 2008 | 11:40 WIB

 

nuh Mesam MesemJAKARTA, SABTU- Dituding departemen yang dipimpinnya telah menghabiskan uang mencapai Rp1 triliun untuk mendanai pengadaan software anti pornografi, Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh hanya mesem-mesem. “Ah, masak kita punya uang satu triliun,” kata M.Nuh menjawab pertanyaan wartawan saat memberikan keterangan. Menteri asal Surabaya itu menegaskan, justru Depkominfo tidak menggunakan sepeserpun uang negara untuk mendanai pengadaan software itu. Software yang dapat digunakan untuk menutup akses ke situs-situs porno tersebut dinamakan software Filter Situs Asusila (FSA). Baca Selengkapnya →

Situs Pemuat Fitna Diblokir : Youtube Mulai Haram Dibuka di Indonesia

April 07, 2008 By: admin Category: Internet

 Youtube Mulai Haram Dibuka di Indonesia

JAKARTA (JP) - Salah satu situs pemuat film rasis berjudul Fitna, Youtube, akhirnya dienyahkan dari dunia maya di tanah air. Sejumlah penyelenggara internet service provider (ISP) dan network acces provider (NAP) mulai memblokir situs komunitas pemuat video terbesar tersebut.

Pemblokiran Youtube didasarkan surat Menkominfo No 84/M.KOMINFO/04/08, yang diedarkan 2 April 2008. Surat tersebut dikirim ke 146 ISP dan 30 NAP di Indonesia. Selain Youtube, edaran tersebut memerintahkan pemblokiran blog yang memuat Fitna. Baca Selengkapnya →

Menkom Info : Pemerintah Minta Laporan Perubahan Tarif

April 06, 2008 By: admin Category: Tarif Telephone

M Nuh JAKARTA, MINGGU - Sebagai tindak lanjut kebijakan penurunan tarif interkoneksi, Pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akan meminta laporan dari para operator telekomunikasi, Senin (7/4). Laporan ini terkait perubahan tarif sejak implementasi tarif baru interkoneksi, 1 April 2008. Baca Selengkapnya →

Menkominfo: Tarif Seluler Segera Turun Sampai 40 Persen

April 04, 2008 By: admin Category: Tarif Telephone

JAKARTA, KAMIS - Pemerintah  mengeluarkan skema terbaru formulasi tarif interkoneksi berbasis biaya. Dengan aturan baru tersebut, diharapkan tarif telepon akan turun drastis bahkan diperkirakan bisa mencapai 40 persen yang akan diberlakukan mulai 1 April 2008.

 

Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengemukakan hal itu dalam jumpa persnya tentang Tarif Telekomunikasi, kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/2). Menurut Nuh, saat ini terjadi beberapa variasi penurunan dalam formulasi tarif interkoneksi tersebut. Diungkapkan Nuh, penurunan tarif fixed line akan lebih kecil dari tarif seluler karena disubsidi sedangkan tarif seluler dipastikan turun signifikan. Baca Selengkapnya →

Kontak Admin/Support Blog WacanaKita.com

Silakan Klik Saya


Mississippi Jones Act Lawyer
Mississippi Jones Act Lawyer Counter